TAKALAR, UJUNGJARI— Dampak kemarau panjang di Kabupaten Takalar kian memprihatinkan. Di Desa Laikang, Kecamatan Laikang, warga terpaksa berebut mendapatkan pasokan air bersih setelah sumber air dan sumur galian milik penduduk mengering total dalam beberapa pekan terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah kondisi tersebut, legislator Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Ahmad Sahid Nyengka, turun langsung membantu warga dengan menyalurkan bantuan air bersih.
Bantuan tersebut didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga yang kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran bantuan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang tengah menghadapi krisis air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan.

Ahmad Sahid Nyengka, yang akrab disapa Daeng Nyengka, mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen untuk menghadirkan aksi nyata di tengah kesulitan masyarakat.
“Kami melihat sendiri bagaimana parahnya krisis air di lapangan. Warga bahkan harus berebut untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” kata Daeng Nyengka.
Ia mengungkapkan, penyaluran air bersih bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, bantuan serupa telah disalurkan menggunakan sejumlah mobil tangki, tidak hanya di Desa Laikang, tetapi juga di Desa Punaga dan Desa Cikoang.
Menurutnya, kebutuhan air bersih merupakan persoalan mendasar yang harus mendapat perhatian, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi darurat akibat kemarau panjang.
Daeng Nyengka menambahkan, kegiatan sosial tersebut juga merupakan hasil konsolidasi pengurus Partai Gelora Kabupaten Takalar untuk memperkuat kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Melalui konsolidasi pengurus Partai Gelora Takalar, kami ingin memastikan bahwa kehadiran partai dan wakil rakyat tidak hanya sebatas menyampaikan aspirasi, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, warga setempat mengaku sangat terbantu dengan penyaluran air bersih tersebut. Mereka menyebut, kondisi sumur yang mengering membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk memasak, minum, dan keperluan rumah tangga lainnya.
Begitu mobil tangki bantuan tiba, warga langsung mendatangi lokasi untuk mendapatkan pasokan air bersih.
“Kondisi di desa kami memang sedang sangat sulit. Sumur-sumur warga sudah kering sehingga begitu mobil bantuan air datang, masyarakat langsung berbondong-bondong mengambil air,” ungkap seorang warga.
Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat yang tengah kesulitan mendapatkan air bersih.
“Ini betul-betul menjadi penolong bagi warga yang sangat membutuhkan air untuk makan dan minum. Atas nama masyarakat Desa Laikang, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Pak Dewan dari Gelora,” tuturnya.
Di tengah kemarau yang belum mereda, warga berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Krisis air di wilayah tersebut juga menjadi pengingat pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat. (*)

