MAKASSAR,UJUNGJARI.COM— Agenda pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2027–2031 dikabarkan mengalami penundaan.

Semula, tahapan pemaparan visi-misi bakal calon rektor dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 November 2026, namun pihak panitia dikabarkan menunda agenda tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kepastian mengenai jadwal baru untuk tahapan pemaparan visi-misi hingga proses pemungutan suara akan ditentukan melalui rapat senat UNM Makassar yang diagendakan pada Senin, 2 November besok.

“Tidak ada pemaparan visi misi Senin besok
Senat baru akan rapat besok,” kata salah seorang anggota senat UNM.

​Penundaan tahapan penting ini disebut-sebut tak lepas dari dinamika internal kampus, termasuk mencuatnya kontroversi status Wakil Rektor II UNM.

​Seperti diketahui, putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) sebelumnya memerintahkan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNM Makassar untuk mengembalikan posisi Prof. Ichsan Ali sebagai Wakil Rektor II.

Kendati demikian, hingga kini putusan kasasi tersebut dilaporkan belum dieksekusi sepenuhnya, yang kemudian memicu diskursus di tengah civitas akademika.

​Sebelumnya, panitia telah sukses menggelar tahapan pengundian nomor urut bagi tujuh bakal calon rektor yang akan bersaing ketat memperebutkan kursi kepemimpinan kampus Oranye.

Berikut adalah daftar lengkap tujuh calon Rektor UNM periode 2027–2031:

1. ​Prof. Dr. Sukardi Weda, M.Hum., M.Pd., M.Si., M.M. (Guru Besar Fakultas Bahasa dan Sastra sekaligus mantan Wakil Rektor III UNM)

​2. Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si. (Wakil Rektor I UNM)

​3. Prof. Dr. Eko Hadi Sujiono, M.Si. (Guru Besar Fisika FMIPA dan mantan Pembantu Rektor IV UNM.

​4. Prof. Suwardi Annas, M.Si., Ph.D. (Dekan FMIPA UNM dua periode.

​5. Dr. Arifin Manggau, S.Pd., M.Pd. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNM).

​6. Prof. Dr. Hj. Hasmyati, M.Kes. (Mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan.

​7. Prof. Ismunandar (Guru besar ITB Bandung).

​Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia dan Senat UNM belum memberikan klarifikasi terkait isu penundaan jadwal ini.

Ketua panitia pemilihan rekror, Prof Dr Andi Muhammad Idkhan yang dikonfirmasi juga belum memberi respons.