GOWA, UJUNGJARI.COM — Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menegaskan sekalipun angka stunting di Gowa menurun bahkan hilang atau sudah tidak ada lagi anak terdampak stunting (pertumbuhan lamban atau kekerdilan pertumbuhan anak), maka intervensi jangan pernah dihentikan.

Intervensi menurut Bupati Gowa harus selalu ada agar pemerintah bisa mencegah adanya anak balita yang mengalami stunting lagi kedepannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu ditegaskan Bupati Gowa saat melakukan penyerahan bantuan susu bergizi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) RI kerja sama Nestle yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa di pelataran kantor Pemerintah Kecamatan Bontomarannu pada Rabu (4/11) siang.

Dalam kegiatan penyerahan bantuan susu bergizi tersebut, menghadirkan ratusan anak penerima manfaat khususnya anak terindikasi stunting usia balita hingga 8 tahun (anak TK/Paud dan SD).

Bupati Darmawangsyah yang hadir didampingi Kadis PPKB Sofyan Daud, Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Edy Sucipto dan Kadis Kesehatan Drg Abd Haris, Ketua DWP Gowa Suryanti Azis, Ketua PC Muslimat NU Gowa Dr Djaenab Usman, Camat Bontomarannu Ilham Halim, Camat Somba Opu Nuraeny Apriyani dan para penyuluh dan tokoh masyarakat dan ratusan murid TK/Paud dan SD se-Bontomarannu ditandai dengan penyerahan secara simbolis bantuan susu kepada sejumlah anak.

Sebanyak 10 pcs susu berat 110 ml per anak diserahkan langsung oleh Bupati Gowa. Anak-anak pun sumringah menerimanya. Bupati pun meminta para ibu atau orang tua anak penerima untuk teliti terhadap tata cara penggunaan susu tersebut, agar manfaatnya terasa untuk kesehatan dan kebutuhan gizi anak.

“Kita menyambut baik program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini sebagai bagian dari intervensi pemerintah pusat yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk pengentasan kemiskinan dan kemudian pengentasan stunting terhadap anak yang terdampak. Dan hari ini susu bantuan ini kita serahkan kepada 370 anak penerima,” kata Bupati Gowa.

Bupati pun berharap, tingkat penurunan stunting di Kabupaten Gowa semakin menurun dan berharap berada di angka 14 persen sesuai target capaian secara nasional.

“Alhamdulillah, untuk stuntung di Gowa penurunannya cukup ekstrem karena per hari ini kita sudah sampai di angka 17 persen (2026), jauh menurun sebelumnya berada di angka 21,3 persen (2024). Meski penurunannya sangat ekstrem, tapi kami berharap pemerintah pusat terus memberikan perhatian kepada anak-anak kami di Kabupaten Gowa. Tentunya, kami di sini tidak diam. Kami pun akan segera melakukan intervensi dengan program-program yang ada di Dinas Kesehatan dan Dinas PPKB untuk mengkolaborasikan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini, ” tandas Darmawangsyah.

Diakuinya, dirinya belum berpuas diri, meskipun penurunan stunting sudah mencapai 17 persen saat ini.

“Kami sangat berharap angka stunting nanti satu dua tahun ke depan sudah di bawah 10 persen. Tentunya upaya dari pusat itu kita barengi dengan langkah aktif dari Pemerintah Kabupaten Gowa. Kami di Gowa punya program pengentasan stunting itu berupa pembagian telur, susu dan vitamin ke keluarga-keluarga yang kita curigai terdampak stunting. Meski ini semua kita frontal lakukan namun kita tidak berpuas diri. Kita di Gowa tetap memberikan intervensi. Saya selaku pemerintah kabupaten memerintahkan semua pihak terkait untuk memastikan program intervensi penurunan stunting lebih maksimal lagi ke depan. Karena target kita satu dua tahun ke depan berada di bawah 10 persen maka untuk anggarannya kita akan tambah. Kalau tahun lalu kita alokasi sekitar hampir 5 miliar, mudah-mudahan tahun depan kita bisa lebih maksimal lagi, ” tandas Bupati Gowa.

– Edukasi Larangan Perkawinan Anak

Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa Kawaidah Alham mengatakan untuk upaya penurunan stunting ini memang harus dilakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Sebagai bantuan riil dari Dinas PPA, kata Kawaidah, tentunya pihaknya akan lebih memaksimalkan sosialisasi kepada rumah tangga – rumah tangga dengan Puspaga atau Pusat Pembelajaran Keluarga.

“Hal terpenting yang kami sosialisasikan adalah bagaimana kita melakukan edukasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan perkawinan anak atau perkawinan di usia dini. Saat ini hal yang harus kita lakukan adalah pencegahan. Pencegahannya adalah membatasi anak, usia anak untuk menikah dini. Karena salah satu penyumbang stunting terbesar adalah perkawinan di usia anak itu. Dimana orang tua dengan usia anak belum sangat siap untuk berumah tangga, belum siap seratus persen untuk mengurus anak. Perkawinan usia anak itu cenderung melahirkan permasalahan besar, dimana kekerasan dalam rumah tangga lebih rentang terjadi, ” papar Kawaidah.

Karena itu kata Kawaidah, salah satu cara mencegah stunting tidak terjadi adalah jangan menikahkan anak di usia tak layak.

Terkait bantuan susu dati. Kementerian PPA disebutkan Kawaidah, sasaran bantuan kepada 370 anak usia 5 sampai 8 tahun. Untuk bantuan ini menyasar tiga kecamatan yakni Kecamatan Bontomarannu, Somba Opu dan Pattallassang.

Susu yang diturunkan Kementerian PPA sebanyak 103 dos berisi 3.700 pcs. Setiap anak (penerima 370 anak) menerima 10 pcs susu bergizi.

“Alhamdulillah, bantuan ini tersalurkan lewat kolaborasi Kementerian PPA, Nestle, PC Muslimat NU dan tentunya Pemkab Gowa melalui Dinas PPA Gowa. Semoga bantuan susu ini berlanjut ke tahapan selanjutnya sehingga seluruh anak terdampak stunting di 18 kecamatan bisa menikmatinya, ” jelas Kawaidah. –