LUWU TIMUR,UJUNGJARI.COM — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kebutuhan petani dan nelayan, mulai dari ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) hingga pembangunan infrastruktur jembatan.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat berdialog langsung dengan warga dalam Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian Program Strategis Kementerian Pertanian di Desa Lera, Kecamatan Wotu, Selasa (3/11/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum tersebut, para petani dan nelayan menyampaikan sejumlah keluhan utama, meliputi kesulitan pengisian BBM, mendesaknya perbaikan jembatan di Jalajja, serta keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Menanggapi keluhan ketersediaan BBM, Irwan menegaskan akan segera menerbitkan regulasi resmi untuk menjamin pasokan BBM bagi sektor pertanian dan perikanan.
“Saya minta petani dan nelayan diprioritaskan pengisian BBM. Insya Allah minggu depan sudah ada edarannya,” ujar Irwan.
Terkait perbaikan infrastruktur, Bupati menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk segera meninjau kondisi jembatan di Jalajja guna diupayakan pengalokasian anggarannya pada tahun 2027.
Sementara itu, merespons permohonan bantuan traktor dari Kelompok Tani Harapan Makmur, pemerintah daerah menyatakan siap menyalurkan bantuan alsintan secara tepat sasaran berbasis kebutuhan riil di lapangan.
“Kita memberikan alat dan mesin pertanian berdasarkan kebutuhan. Kita harus memastikan bantuan yang diberikan memang diperlukan dan bisa dimanfaatkan,” tegasnya.
Irwan menambahkan, keberhasilan program ketahanan pangan daerah memerlukan sinergi dan komitmen aktif dari penyuluh serta petani sebagai garda terdepan di lapangan.
Adapun kegiatan dialog ini dirangkaikan dengan penanaman perdana Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS). Acara ini dihadiri oleh 134 penyuluh pertanian, Ketua Komisi I DPRD Sukman Sadike, jajaran kepala OPD, para camat, lurah, kepala desa se-Kabupaten Luwu Timur, serta perwakilan kelompok tani setempat.

