GOWA, UJUNGJARI.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gowa membuat komitmen bersama dengan menandatangani Pakta Integritas Bebas dari Kekerasan Seksual di lingkungan kerja.
Penandatanganan pakta integritas ini dilakukan seluruh jajaran anggota dan staf Bawaslu Gowa. Penanda tanganan dilakukan pada Kamis (5/11) di aula kantor Bawaslu Gowa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif dan bermartabat.
Melalui pakta integritas tersebut, seluruh jajaran berkomitmen tidak melakukan segala bentuk kekerasan seksual, penyalahgunaan relasi kuasa, perundungan maupun diskriminasi. Komitmen ini juga menegaskan prinsip zero tolerance terhadap kekerasan seksual serta mengutamakan perlindungan korban, pelapor dan saksi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Gowa Saparuddin, menegaskan komitmen tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen saja tapi harus diwujudkan dalam perilaku dan budaya kerja sehari-hari.
“Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan seksual, perundungan, diskriminasi, ataupun penyalahgunaan relasi kuasa di lingkungan Bawaslu. Ini bukan hanya tanggung jawab individu tapi komitmen bersama untuk menjaga kehormatan dan martabat lembaga,” tandas Saparuddin.
Sebagai tindak lanjut dari pakta integritas ini, Bawaslu Gowa juga membentuk Kelompok Kerja Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Pokja PPKS). Kelompok kerja ini dibentuk untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, meningkatkan pemahaman tentang hak perempuan dan kesetaraan gender serta membangun mekanisme pelaporan dan perlindungan yang berperspektif penyintas.
“Keberadaan Pokja PPKS diharapkan menghasilkan mekanisme pelaporan yang jelas dan aman, meningkatkan kapasitas jajaran dalam mencegah serta menangani kekerasan seksual dan membangun budaya kerja yang saling menghormati tanpa diskriminasi maupun intimidasi. Integritas lembaga tidak hanya tercermin dari pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu namun juga dari komitmen menjaga hak, keamanan dan martabat setiap orang di lingkungan kerja, ” kata Ketua Bawaslu Gowa. –

