MAKASSAR,UJUNGJARI.COM— Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Pleno dan Penyusunan Program Kerja Periode 2026–2029 di Makassar, Jumat (6/11).
Agenda strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD REI Sulsel, H. Badris Salam, guna merumuskan arah kebijakan organisasi tiga tahun ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Saharuddin Ridwan dalam laporannya menyampaikan, kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus harian serta 39 Wakil Ketua Bidang yang terbagi ke dalam delapan Kelompok Kerja (Pokja).
Ketua DPD REI Sulsel, H. Badris Salam, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antaranggota untuk menghadapi tantangan industri properti. Ia menegaskan, REI Sulsel berkomitmen menjadi wadah bersama yang inklusif bagi pengembang skala kecil hingga besar.
”Program kerja yang kita susun hari ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi aksi nyata yang berpihak pada kemudahan investasi, kualitas hunian masyarakat, serta kesejahteraan sosial,” ujar Badris.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) DPD REI Sulsel, Sudarman Supardi, menilai rapat pleno ini menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan efektivitas kinerja pengurus baru.
Dalam kesempatan itu, DPD REI Sulsel juga menghadirkan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Mursalim Nohong, sebagai narasumber.
Konsolidasi program kerja ini mencakup delapan Pokja utama untuk mencapai Key Performance Indicator (KPI) yang terukur, mulai dari bidang organisasi, perbankan, perizinan, hingga pemasaran digital.
Sekretaris DPD REI Sulsel, Ridwan Djabir Patiwiri, optimistis kepengurusan baru mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi regional serta menyediakan hunian yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulsel.
Kegiatan ini turut dihadiri Dewan Kehormatan REI Jamaluddin Jafar dan Opa Aras, perwakilan perbankan nasional (BSI, BNI, Mandiri, BRI), serta pihak sponsor dari Fortress.

