MAKASSAR, UJUNGJARI– Polsek Bontoala menggelar apel Cipta Kondisi (Cipkon) malam hari guna mengantisipasi aksi geng motor dan kejahatan jalanan pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, serta pencurian kendaraan bermotor (3C). Pengamanan ketat ini difokuskan pada empat titik lokasi rawan di wilayah hukum Kecamatan Bontoala.
Kapolsek Bontoala, Kompol Abdul Samad menyatakan bahwa dalam operasi ini, personel dibagi ke empat titik strategis yang masing-masing dipimpin oleh seorang perwira pengendali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menyampaikan bahwa kami melaksanakan apel Cipkon dan kami akan membagi empat lokasi, dan empat lokasi itu dipimpin masing-masing perwira,” ujar Kompol Abdul Samad, saat ditemui awak media, Sabtu malam (7/11/2026).
Keempat titik yang menjadi fokus pengamanan tersebut meliputi Jalan Bawakaraeng, Jalan Bandang, Posko Mitigasi, dan kawasan Tepi Kanal.
Penempatan personel di area ini bertujuan “untuk mengantisipasi perpok (perkelahian kelompok), kemudian geng motor, terus kemudian curat, curas, dan curanmor.”
Kompol Abdul Samad menjelaskan bahwa berdasarkan pemetaan tingkat kerawanan, wilayah Kandeya atau Kelurahan Baraya menjadi titik dengan potensi perkelahian kelompok paling tinggi.
Sebagai langkah antisipasi, kepolisian menempatkan penambahan personel khusus di lokasi tersebut.
Selain menempatkan personel di pos-pos stasioner, Kompol Abdul Samad juga memimpin langsung tim patroli motor (patmor) berkekuatan delapan personel untuk menyisir seluruh wilayah kecamatan secara mobile.
“Dan kami sendiri Kapolsek Bontoala akan memimpin patmor sebanyak 8 orang untuk memantau wilayah di Kecamatan Bontoala,” tegasnya.
Pola pengamanan dinamis juga diterapkan oleh regu cadangan, termasuk Regu Lima, yang bergerak memantau situasi secara berkala di titik-titik yang dianggap rawan sebelum berpindah ke lokasi lain.
Hingga operasi selesai dilaksanakan, pihak kepolisian melaporkan situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Bontoala tetap terkendali.
“Ya untuk sementara, sampai saat ini belum ada diamankan. Dan semoga malam hari ini situasi khususnya Bontoala aman dan kondusif,” pungkas Kompol Abdul Samad.
Komitmen Kompol Abdul Samad dalam menjaga Kamtibmas bukan sekadar retorika di balik meja. Perwira berpangkat melati satu ini dikenal kerap melewatkan waktu istirahat malamnya dan memilih terjaga hingga fajar demi memantau langsung setiap sudut wilayah Bontoala yang rawan gejolak.
“Bagi kami, tidak ada kata tidur nyenyak sebelum memastikan warga Bontoala bisa beristirahat dengan aman. Saya memilih berada di aspal jalanan setiap malam untuk memastikan seluruh personel siaga penuh dan ruang gerak pelaku kejahatan benar-benar tertutup,” tegas Kompol Abdul Samad.
“Harapan kami, kehadiran personel di lapangan dapat menyapu bersih ruang gerak pelaku kejahatan. Semoga malam ini dan seterusnya, situasi kamtibmas di wilayah hukum Bontoala tetap aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Kompol Abdul Samad. (*)

