GOWA, UJUNGJARI.COM — Ribuan masyarakat Gowa yang datang dari berbagai penjuru kecamatan yang ada di Gowa tumpah ruah di Masjid Agung Syekh Yusuf Sungguminasa, Kamis (1/8/2019) sejak pagi pukul 09.00 hingga jenazah dan rombongan pengantar tiba di halaman masjid termegah di Sulsel ini.
Jenazah IYL yang akan dimakamkan di TPU Panaikang Makassar tepat setelah waktu Dzuhur ini telah dinanti kurang lebih tiga jam. Berbagai lapisan masyarakat berkumpul di pelataran masjid tak terkecuali ratusan murid TK, siswa SD dan SMP turut membaur menunggu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jenazah tiba pukul 11.54 Wita di Masjid Agung Syekh Yusuf Sungguminasa. Peti yang diusung 18 camat secara bergantian mulai dari rumahduka di Jl Haji Bau menuju mobil jenazah hingga memasuki halaman Masjid Agung Syekh Yusuf juga diusung para camat berpakaian putih-putih.
Ratih Rauf putri Wakil Bupati Gowa yang juga adalah seorang purna praja membawa foto IYL dan berjalan di depan pembawa peti jenazah.
Histeris suara tangis menyertai peti jenazah IYL dibawa masuk ke dalam Masjid Agung Syekh Yusuf.
Selain itu ungkapan Allahu Akbar dan Lailaha illalla mengiringi setiap langkah pengusung peti jenazah yang ditutup bendera merah putih dan untaian bunga melati.
Sebelumnya, prosesi pelepasan jenazah di rumah duka di Jl Haji Bau dilakukan secara upacara dipimpin Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni.
Pada prosesi pelepasan jenazah di rumah duka 18 camat terbagi. Tim 1 meliputi Camat Pattallasang, Camat
Manuju, Camat Bontomarannu, Camat Bontononpo Selatan, Camat Bajeng Barat, Camat Barombong, Camat Tinggimoncong, Camat Somba Opu dan Camat Pallangga. Tim 1 ini bertugas mengusung peti jenazah keluar rumah duka menuju ambulance lalu langsung beetugas di TPU Panaikang.
Sedang tim 2 meliputi Camat Tompobulu, Camat Bontolempangan, Camat Bajeng, Camat Tombolopao, Camat Bontonompo, Camat Parigi, Camat Parangloe, Camat Bungaya dan Camat Biringbulu.
Tim 2 ini usai menurunkan jenazah dan membawa masuk ke masjid kemudian bertugas mendampingi jenazah menuju TPU Panaikang.
Ribuan warga Gowa ikut salatkan jenazah IYL. Salat jenazah ini dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gowa Almukarramah Abu Bakar Paka sebagai imam salat jenazah.
Kehadiran seluruh masyarakat ini, tidak lain untuk memberikan penghormatan terakhir kepada orangtua dan tokoh yang telah berjasa membangun daerah berjuluk Butta Bersejarah hingga seperti sekarang ini.
Salah satunya Hariani warga Kelurahan Pandang-Pandang, Kecamatan Somba Opu. Dirinya mengaku, sangat merasakan kebijakan yang diberlakukan IYL selama masa menjabatnya sebagai Bupati Gowa. Apalagi dalam sektor pendidikan.
“Saya mi ini paling rasa pendidikan gratisnya Bapak Punggawa. Almarhum ini orang yang sangat baik dan murah senyum, dulu waktu jadi bupati setiap hari Jumat dia mengunjungi daerah kami untuk menanyakan langsung apa-apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” kenangnya ditemui di Masjid Agung Syekh Yusuf, Kamis (1/8/2019).
Dengan kebijakan itu ia mengatakan telah berhasil menyekolahkan dua anaknya dan empat ponakannya dari TK hingga SMP dengan gratis.
“Tidak ada biaya saya keluarkan untuk anakku sekolah. Sifat almarhum ini juga sama sekali dengan anaknya yang saat ini jadi Bupati Gowa. Sama-sama perhatian dengan masyarakat kecil,” kata Hariani.
Sementara, Nurliah Ruma mengatakan, dirinya telah mengenal sosok IYL sudah sejak lama baik ketika dia masih aktif di LSM maupun kini.menjadi pekerja sosial dan menjadi penggerak Kotaku di Gowa.
“Pertama kali saya akrab dengan beliau ketika beliau menyetujui dana cosharing antara Pemkab Gowa dengan Kotaku untuk penataan kawasan kumuh. Saya sangat kehilangan bapak IYL yang selalu akrab saya panggil Punggawa. Kepergiannya seperti membawa luka yang sangat dalam,” kata Nurliah Ruma terisak.
Ia mengungkapkan, satu pesan almarhum IYL yang selalu dikenang hingga saat ini yaitu dirinya selalu mengajarkan agar dalam hidup jangan pernah berhenti berjuang dan jangan pernah makan makanan yang tidak halal.
“Ini petuah yang selalu saya ingat dan implementasikan dalam bekerja. Almarhum selalu ajar saya untuk hidup dengan jujur,” tambah Korkot Kotaku Wilayah 4 ini.
Dalam suasana pelepasan jenazah mulai dari rumah duka hinga menuju Gowa untuk disalatkan dan lanjut ke TPU Panaikang, sejumlah aparat Kepolisian dan TNI ikut mengamankan situasi arus lalulintas dan kondisi keamanan di sepanjang rute lintasan. (saribulan)

