ikut bergabung

Proyek Hibah Air Minum Desa Panyangkalang Diduga Tidak Sesuai Bestek

KPU Makassar telah menerima pendaftaran empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar. Siapa pasangan calon favorit menurut Anda?


Sulsel

Proyek Hibah Air Minum Desa Panyangkalang Diduga Tidak Sesuai Bestek

MAKASSAR, UJUNGJARI–Proyek hibah air minum dalam bentuk pemasangan instalasi Sambungan Rumah (SR) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Desa Panyangkalang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Tahun 2019, menyisakan masalah.

Berapa tidak, proyek yang dikucurkan melalui dana hibah Kementrian PUPR untuk Pemkab Takalar ini dalam realisasi pekerjannya, justru diduga tidak sesuai bestek.

“Instalasi SR yang digunakan proyek ini sama dengan instalasi yang sudah ada di rumah warga. Jadi saat ini ada dua instalasi air yang ada di rumah rumah warga. Pertanyaannya, tagihan SR mana yang harus kami bayar. Kok bisa SR sampai double seperti ini, ” tanya seorang warga Desa Panyangkalang yang enggan disebutkan jati dirinya.

Bukan hanya itu, pemasangan pipa serta dudukan cor untuk meteran disinyalir tidak dikerjakan dengan telitik serta terkesan asal jadi. Faktanya, ada sebagian sambungan pipa ke meteran di rumah warga yang mengalami kebocoran. Ada pula boks pengamanan meteran yang tidak rapat sehingga menyulitkan pengguna memaksimalkan fungsi boks meteran.

Ketua Lembaga Antikorupsi Sulsel (Laksus) Muh Anshar mengaku prihatin dengan pekerjaan proyek seperti ini. Menurut dia, proyek pemasangan SR MBR di Desa Panyangkalang menyangkut hajat hidup orang banyak dan memiliki dampak yang luas.

Untuk itu dia mendesak aparat Penegak Hukum agar mengawal ketat semua proyek yang bersentuhan langsung dengan warga berpenghasilan rendah. Dan jika ada penyimpangan maka pengelola serta pekerja proyek wajib diseret ke hadapan hukum. “Kami akan menurunkan tim ke Panyangkalang untuk melakukan pendataan,” tegas Muh Anshar.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Takalar, Nazruddin Azis Nombong yang dikonfirmasi via Whatsapp baru baru ini, mengaku belum tahu menahu soal proyek tersebut. “Terima kasih infonya, saya cek dulu,” kilah Nazruddin. Namun sepekan berlalu, Nazruddin terkesan bungkam dan tidak lagi memberikan konfirmasi soal kondisi proyek hibah air minum tersebut.

Sejatinya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam meningkatkan akses air minum bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mengucurkan hibah ke sejumlah daerah. Alasannya, distribusi air minum di perkotaan melalui jaringan perpipaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih belum menjangkau seluruh warga terutama MBR karena kemampuan daya beli.

Mekanisme program hibah ini, Pemda merencanakan program secara mandiri dengan kapasitas yang mereka miliki, merencanakan target daerah prioritas, sehingga pelaksanaan sesuai dengan target pembangunan.

Program Hibah Air Minum akan berkontribusi pada program 100-0-100, yang merupakan target 100% akses aman air minum, 0% kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi layak yang dapat dipenuhi pada tahun 2019. (cha)

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top