MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Tim Pemantau Harga pada Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan menemukan kenaikan harga gula pasir dan bawang putih yang signifikan di pasar-pasar tradisional.

Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi Antisipasi Kenaikan Harga Gula Pasir dan Bawang Putih di Ruang Rapat Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (10/2) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, Hadi Basalamah mengungkapkan rapat tersebut bertujuan untuk mencari solusi penanganan stabilisasi, khususnya gula pasir dan bawang putih.

“Ini kan konteks nasional tapi kita ingin menjadikan Sulawesi Selatan ini terbaik. Kalau Sulawesi Selatan stabil, maka aman di daerah lain,” kata Hadi Basalamah.

Lebih lanjut, Hadi Basalamah menjelaskan bahwa untuk penanganan stabilisasi harga di pasaran akan dilakukan operasi pasar.

“Sebagai penanggung jawab akan dilakukan oleh Dinas Perindag Kota. Sedangkan untuk kabupaten-kota, khususnya Bulukumba, Pare-Pare, Palopo dan Bone akan dibantu fasilitasi,” lanjutnya.

Terkait dengan strategi jangka panjang yang dilakukan dalam mengatasi terbatasnya ketersediaan gula pasir dan bawang putih, Hadi Basalamah mengatakan telah menjalin kerja sama dengan kementerian dan produsen untuk memprioritaskan importasi.

“Kita berharap ada importir bawang putih yang bisa kita rekomendasikan ada di Sulawesi Selatan, kalau gula kan sudah banyak,” tutup Hadi Basalamah.

Saat ini, BULOG sebagai perpanjangan tangan pemerintah memiliki ketersediaan gula pasir sebesar 16 ton, sedangkan bawang putih belum ada sama sekali.

Hadir dalam rapat tersebut Ketua Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Direktur Bapokting Dirjen PDN Kementerian Perdagangan RI, Kepala Satgas Pangan Polda Provinsi Sulawesi Selatan, serta pihak-pihak terkait lainnya. (rahma)