ikut bergabung

Gowa Tak Perpanjang PSBB, Ini Alasan Adnan

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

Berita

Gowa Tak Perpanjang PSBB, Ini Alasan Adnan

GOWA, UJUNGJARI.COM — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Gowa akan berakhir besok, Minggu (17/5/2020) pukul 00.00 Wita. Dengan berakhirnya masa 14 hari PSBB tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gowa bersepakat tidak akan melanjutkan PSBB lagi.

Hal ini disampaikan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat melakukan videoconference bersama Forkopimda serta awak media, Sabtu (16/5/2020) pukul 13.00 Wita.

Dipandu dari ruang Peace Room A’kio Pemkab Gowa oleh jajaran Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa, Bupati Adnan menginformasikan bahwa PSBB yang akan berakhir hari Minggu besok tidak lagi diperpanjang.

Kesepakatan tersebut diambil setelah melakukan kajian dan evaluasi yang komprehensif antara Pemerintah Kabupaten Gowa bersama jajaran Forkopimda pada Jumat malam tadi melalui teleconference.

” Setelah kami melakukan pertemuan dengan Forkopinda Gowa semalam, dan membahas secara mendalam akhirnya kami putuskan untuk tidak melanjutkan PSBB di wilayah Kabupaten Gowa,” kata Adnan.

Seperti diketahui, PSBB di Gowa mulai diberlakukan 4 Mei dan berakhir  Minggu 17 Mei besok dalam posisi kasus perkembangan penyebaran covid-19 ODP 449 orang, PDP 211 orang dan 67 orang yang berstatus positif.

Kendati Pemkab Gowa memperpanjang PSBB ini, namun Adnan mengingatkan masyarakat Kabupaten Gowa untuk tetap disiplin diri dengan tetap mematuhi imbauan pemerintah yakni memakai masker, jaga jarak, tidak lakukan kontak, rutin cuci tangan dan tidak berkumpul dengan banyak orang.

” PSBB kita tidak lanjutkan lagi tapi  bukan berarti anjuran dalam PSBB akan diabaikan. Kita akan tetap melakukan edukasi, baik pada penggunaan masker, physical distancing dan social distancing dan tetap cuci tangan dan tidak lakukan kumpul dengan banyak orang. Ingat kasus covid-19 masih tetap ada bahkan cenderung kasusnya meningkat, sekarang pasien positif covid-19 di Gowa capai 67 orang dari PDP 211 dan ODP 449. Jadi diimbau masyarakat agar tetap waspada,” kata Adnan.

Meski tidak lagi dilakukan pembatasan ketat seperti PSBB kemarin, namun penjagaan di posko di perbatasan kita tetap dilakukan hanya saja tidak seketat PSBB kemarin. Sifat posko yang kami lakukan tetap mengedukasi masyarakat untuk selalu jaga jarak, pakai masker dan ketentuan aturan PSBB sebab hanya dengan cara itu penyebaran covid-19 bisa kita putuskan,” kata bupati lagi.

Keputusan ini, mendapat sokongan dari Ketua DPRD Gowa Rafiuddin dan Dandim 1409 Gowa Letkol Arh Suaib. Ketua DPRD Gowa Rafiuddin Raping mengatakan, kalau pun tidak lagi dilanjutkan PSBB, namun edukasi ke masyarakat akan tetap dilanjutkan. Hal sama dikatakan Dandim Letkol Arh Muh Suaib.

” Saya sangat setuju dengan kebijakan Bapak Bupati, tapi bukan berarti semua sudah selesai. Justru kita harus selalu waspada. Kita berharap bagaimana ada pemahaman yang sama di dewan, bahwa kebijakan ini memberikan harapan bahwa covid-19 bisa segera berakhir,” ujar Ketua DPRD Gowa.

Senada, Dandim Gowa Letkol Arh Muh Suaib, mengatakan, kendati PSBB sudah selesai, akan tetap melanjutkan social distancing, physical distancing, pakai masker dan cuci tangan.

Selain itu, pos-pos yang selama ini ada, kata dandim, akan tetap dilanjutkan utamanya di perbatasan Makassar-Gowa tepatnya di Mallengkeri dan perbatasan Makassar-Gowa di Tun Razak. 

” Bahkan, kita akan melakukan pemeriksaan secara acak pada tiap Pos, dan jika ada pemeriksaan suhu diatas 37 derajat maka akan langsung diswab,” kata dandim lagi.

Diakui Suaib, pihaknya bersama Polres Gowa akan tetap melakukan patroli di jalan-jalan, kalau kemudian ada masyarakat yang tidak patuh, maka akan diamankan dan dilakukan pemeriksaan. “Kalau rapidnya reaktif akan langsung diisolasi sama ketika PSBB diterapkan,” katanya.

Penjagaan di pos perbatasan, tambah Kapolres Gowa AKBP Boy FS Samola, akan tetap dilakukan dengan harapan bagaimana menjaga daerah yang zona hijau agar tidak  terkontaminasi dari luar yang terindikasi terpapar covid-19, dengan melakukan pengawasan ketat kepada orang-orang yang keluar masuk. 

Disinggung soal alasan penting kenapa Pemkab Gowa memilih tak melanjutkan aturan PSBB sebagaimana telah diterapkan selama 14 hari berjalan ini, menurut Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan ada dua alasan yang merujuk pada kesepakatan tak melanjutkan PSBB. Yakni pertama, berbicara kondisi eksternal PP 21 tahun  2029 tentang PSBB bahwa pelaksanaan PSBB yang diatur adalah peliburan sekolah diganti dengan dengan belajar dari rumah, peliburan tempat kerja dan pembatasan kegiatan keagamaan dan pembatasan kegiatan banyak orang. 

” Kalau kita merujuk pada PP 21 ini maka menurut kami sudah tidak efektif lagi kalau kita lakukan PSBB karena kebijakan pusat sudah mulai membuka moda transportasi seperti bandara sudah dibuka, tempat kerja satu persatu diberi kebijakan buka juga oleh pemerintah pusat, tempat keagamaan juga telah dibuka. Ssehingga menurut pandangan kami jika kita tetap lanjutkan PSBB maka ini bisa kontradiktif dengan kebijakan pemerintah pusat padahal kebijakan ini linear mulai dari pusat, provinsi sampai kabupaten kota sampai ke tingkat desa. Yang kedua, kalau berbicara kondisi internal maka ada beberapa indikator kita tak lanjut PSBB yakni berbicara peningkatan jumlah kasus, penyebaran covid dalam kurun waktu tertentu, kemudian terjadi transmisi lokal dan ketersediaan logistik. Untuk ketersediaan logistik itu biayanya tidak ringan. Anggarannya cukup banyak. Kalau kita mau lanjutkan maka tentu kita akan lakukan lagi recofusing anggaran, melakukan lagi revisi anggaran padahal kemampuan anggaran nenurut kami cukup berat. Banyak daerah yang mau lakukan PSBB namun tidak miliki anggaran. Alhamdulillah Pemkab Gowa diberi kesempatan satu kali PSBB selama 14 hari. Yang ketiga, saat ini jelang lebaran harga sejumlah kebutuhan pokok naik dan jika kita lakukan PSBB lagi maka sudah pasti anggaran logistik membengkak apalagi bantuan dermawan sudah kita distribusikan semua dan kalau kita akan PSBB lagi maka kita akan kembali memikirkan pengadaan logistik baru untuk masyarakat,” beber bupati.

Itulah alasan-alasan kenapa Pemkab Gowa tidak melanjutkan PSBB sesi dua.

” Tapi saya tetap ingatkan masyarakat, dengan tidak dilanjutkannya PSBB ini  bukan berarti semua bisa bebas tanpa masker, tanpa jaga jarak tanpa cuci tangan dan lainnya. Tidak. Masyarakat diharap lebih disiplin karena peningkatan kasus covid-19 juga makin tinggi,” tandas Bupati Gowa.-

Komentar Anda

Channel
Comments

Berita lainnya Berita

Populer Minggu ini

Arsip

To Top