ikut bergabung

Totalitas Pemkab Sidrap pada Program Sanitasi Berbasis Masyarakat Raih Penghargaan dari Kemenkes RI

Berita

Totalitas Pemkab Sidrap pada Program Sanitasi Berbasis Masyarakat Raih Penghargaan dari Kemenkes RI

SIDRAP, UJUNGJARI.COM — Setelah meraih penghargaan Top 30 Inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi Sulsel, Pemerintah Kabupaten Sidrap kembali menerima penghargaan, Jumat (13/11/2020).

Kali ini padal level nasional, yakni Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Tahun 2020 kategori ODF (Open Defecation Free) dari Kementerian Kesehatan RI.

Penghargaan diterima Bupati Sidrap, H Dollah Mando pada puncak Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) STBM ke-4 yang berlangsung secara virtual.

Dollah Mando yang mengikuti Rakornas dari Lantai III Kantor Bupati Sidrap menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak atas prestasi tersebut.

“Penghargaan ini buah kerja keras dan dedikasi seluruh unsur terkait, serta dukungan dari masyarakat Sidrap,” ujar Dollah.

Dalam kesempatan itu, penghargaan dari Kemenkes juga diberikan kepada Sanitarian Puskesmas Lancirang atas nama Ramlah Mustafa dan Kepala Desa Kalosi Alau, Andi Apris dan Natural Leader, Iskandar.

Penghargaan sebagai apresiasi dalam mendukung dan mendorong penerapan STBM di wilayah kerja masing-masing, diserahkan oleh Bupati Sidrap.

Penghargaan STBM Award merupakan ajang pengakuan bagi daerah atas keberhasilan upaya percepatan perubahan perilaku masyarakat hidup sehat melalui tidak lagi ada praktik buang air besar sembarangan.

Penghargaan STBM Award Kategori ODF diberikan kepada 29 Kabupaten dan Kategori Berkelanjutan diberikan kepada 15 Kabupaten.

Di Sulawesi Selatan 8 Kabupaten menerima penghargaan tersebut. di mana Sidrap masuk dalam Kategori ODF.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, dr H Andi Irwansyah MKes mengatakan, penghargaan STBM Award 2020 tersebut berhasil diraih berkat kerjasama masyarakat dan pemerintah daerah.

“Bupati Sidrap memberi dukungan penuh atas terselenggaranya program ODF di Bumi Nene Mallomo. Terima kasih juga kepada kepala desa, camat, kepala puskesmas, OPD terkait, dan pihak swasta serta peran sanitarian dan kader di lapangan dalam memicu masyarakat untuk mengubah perilaku,” katanya. (Aca)

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Berita

Populer Minggu ini

Arsip

To Top