ikut bergabung

Siswa Antusias Ikut Vaksin di Istana Tamalate, Satu Ngamuk, Satu Pingsan

SISWA. Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni memberi support kepada salah seorang siswa yang antri skrining. Siswa yang sempat pingsan dan siswa yang ngamuk.(foto/sar)

Sulsel

Siswa Antusias Ikut Vaksin di Istana Tamalate, Satu Ngamuk, Satu Pingsan

GOWA, UJUNGJARI.COM — Vaksinasi massal pelajar yang berlangsung di pelataran Istana Tamalate (kompleks Museum Istana Balla Lompoa) di Jl KH Wahid Hasyim, Sungguminasa berjalan lancar, Senin (30/8/2021) mulai pagi hingga sore.

Vaksinasi dengan target 12.475 siswa se Kabupaten Gowa ini dilakukan Pemkab Gowa bekerjasama Badan Intelejen Negara (BIN) Sulsel dengan tujuh titik pelaksanaan masing-masing di Kecamatan Somba Opu berlokasi di SMPN 3 dan SMPN 4 serta pelataran Istana Tamalate, di Kecamatan Pallangga terpusat di SMPN 1 dan SMPN 5, di Kecamatan Bontomarannu fokus di SMPN 1, sedang di Barombong berlokasi di SMPN 1.

Sekitar 5.000 pelajar dari berbagai sekolah berkumpul di pelataran Istana Tamalate Sungguminasa. Mereka antri tertib menunggu giliran untuk diskrining dibawah pengawasan petugas pengamanan dari Polres, Kodim 1409, Satpol PP.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dihadapan para siswa SMP yang antri skrining dan vaksin mengajak para siswa untuk mengajak pula siswa yang lain yang belum datang vaksin hari ini.

” Kalian mau sekolah tatap muka?! Makanya ayo vaksin. Ajak semua teman-teman kelasmu, teman sekolahmu untuk ikut vaksin. Ayo vaksin supaya kalian bisa segera sekolah tatap muka, ” ajak Adnan dengan senyum sejuknya kepada para siswa berbaju putih biru tersebut.

Kendati begitu, Adnan pula tetap mengingatkan para siswa, para guru maupun para orangtua siswa agar setelah vaksinasi dijalani jangan abai menggunakan masker dan menerapkan prokes lainnya.

” Disaat nanti dilakukan sekolah tatap kuka, kalian semua harus tetap disiplin pakai masker dan terapkan prokes. Vaksin itu penting. Pada vaksin dosis pertama, itu adalah upaya merangsang munculnya antibodi tubuh dan vaksin dosis kedua itu adalah terbentuknya antibodi kita. Ingat kalu sudah vaksin begini jangan juga merasa seperti superman. Jangan merasa kebal dan kuat. Tetaplah pakai masker jika berinteraksi dengan orang lain, baik teman maupun keluarga. Jika mampu menjalankan prokes dengan patuh dan melakukan vaksinasi maka saya yakin kita akan cepat kembali ke kehidupan normal, tanpa pandemi covid19 ini lagi. Dan semoga kita yang sekorang pada status level 3, bisa segera turun ke level 2 lalu ke level 1 sampai akhirnya, covid19 benar-benar hilang,” papar Bupati Gowa ini.

Pelaksanaan vaksinasi pelajar ini dipantau langsung juru bicara kepresidenan Fajrul Rahman serta Kepala BIN Sulsel Brigjen TNI Dwi Surjatmodjo, Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni serta Forkopimda Kabupaten Gowa dan Pj Sekretaris Kabupaten Gowa Kamsina.

Jubir Kepresidenan Fajrul Rahman mengatakan kegiatan ini tentunya segera dilaporkannya ke Presiden RI Joko Widodo dan berharap pelaksanaan vaksinasi massal ini mencapai target bahkan lebih agar percepatan pembentukan herd immunity segera terwujud.

Dalam pantauan pelayanan vaksinasi jelang siang, terlihat antusias para siswa dengan tertib menunggu giliran divaksin. Mereka menjalani screening dari para petugas Nakes yang merupakan gabungan dari Dinkes Gowa serta Puskesmas Somba Opu dan dari jajaran medis BIN.

Untuk vaksinasi pelajar ini secara nasional ditargetkan 10.000 siswa namun terlihat dari antusias pelajar yang datang tercatat sebanyak 12.475 pelajar di tujuh titik padahal target awal hanya 10.000 siswa.

Dari pelaksanaan vaksinasi di pelataran Istana Tamalate kompleks Museum Istana Balla Lompoa, terlihat ada seorang siswa lakilaki mengalami pingsan setelah vaksin. Namun setelah ditangani pihak medis, siswa itu pun siuman dan diobservasi untuk menstabilkan kondisinya. Rupanya siswa tersebut hanya mengalami tegang menghadapi vaksinasi. Selain yang pingsan, satu orang lagi siswa lakilaki terlihat mengamuk. Meronta dipeluk ibunya karena tak mau divaksin.

Siswa asal salah satu SMP di Sungguminasa itu berteriak bahkan meminta seorang awak media tak merekam dirinya. Bocah bertubuh padat ini baru tenang setelah dibujuk oleh salah seorang anggota TNI berpakaian loreng. Anak itu tenang kembali dalam pelukan dan elusan sayang ibunya.-

Komentar Anda

Channel


Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top