TAKALAR, UJUNGJARI-Proses belajar mengajar di SD Negri 146 Bontokanang, desa Bentang, kecamatan Galesong Selatan, pasca ambruknya bagian atap plafon tetap berlangsung, meskipun pihak sekolah melakukan proses belajar mengajar secara bergantian dengan menggunakan ruang kelas lama.

Hal tersebut dikatakan oleh koordinator wilayah (korwil) pendidikan kecamatan Galesong Selatan, H Abdul Azis Rani dan menurutnya pihak rekanan dalam waktu yang tidak lama lagi akan melakukan perbaikan terhadap atap plafon sekolah yang ambruk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Proses belajar mengajar terpaksa harus dilakukan secara bergantian dengan menggunakan ruang kelas yang lama, mungkin pekan mendatang ruangan yang rusak itu sudah bisa digunakan kembali karena saat ini material pengganti atap plafon yang rusak sudah siap dipasang kembali,” Jelas Korwil pendidikan Galesong Selatan, H Abdul Azis Rani, Kamis (20/1/2022).

Sementara itu, Direktur CV Ramadina Utama, Ardi Syam selaku pihak yang bertanggung jawab atas rusaknya atap plafon dari sekolah tersebut mengatakan saat ini pihaknya tengah berada dilokasi untuk memulai melaksanakan perbaikan ruang kelas yang mengalami kerusakan.

Anggaran yang digunakan untuk merehabilitasi SD Negri 146 Bontokanang sebesar Rp 260 Juta dengan sumber keuangan dari dana alokasi khusus (DAK) 2021.

” Dari kemarin, kami membawa material untuk memperbaiki atap plafon yang rusak, namun perbaikan belum bisa kami lakukan karena ditahan oleh masyarakat setempat,” kata Ardi Syam via ponselnya

Menurut, Ardi Syam ambruknya atap plafon sekolah bukan karena konstruksi bangunan yang tidak sesuai juknis, melainkan adanya petaka angin puting beliung yang menerjang wilayah Galesong Selatan.

” Ini bukan gagal konstruksi, andaikan ada kesalahan dalam kegiatan pemasangan atap plafon, tentu seluruh atap plafon yang sudah terpasang mengalami nasib yang sama, insiden ini, semata mata karena gejala alam yang tengah tidak bersahabat,” urai Ardi Syam. (Ari Irawan)