ikut bergabung

Kajari Akan Tindak Tegas Mafia Tanah di Pembebasan Lahan Bendungan Jenelata

PROSEDUR. Kajari Gowa Yeni Andriani dan Kepala BPN Gowa Asmain Tombili serta Pelaksana Tehnik PPK Bendungan Halimah memberikan penjelasan tentang prosedur pembebasan lahan bendungan Jenelata. (foto/sar)

Sulsel

Kajari Akan Tindak Tegas Mafia Tanah di Pembebasan Lahan Bendungan Jenelata

GOWA, UJUNGJARI.COM — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Gowa Yeni Andriani menegaskan akan menindak tegas bahkan akan memproses hukum bilamana ada oknum yang bermain dalam proses pembebasan lahan bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju.

Pernyataan ini disampaikan Kajari Gowa sebagai upaya pencegahan adanya indikasi mafia tanah yang dapat merugikan masyarakat di Manuju utamanya masyarakat yang lahannya bakal menjadi kawasan bendungan Jenelata tersebut.

Di hadapan sejumlah awak media di aula kantor Kejari Gowa, Kamis (3/2/2022) petang, Kajari Yeni Andriani menegaskan hal tersebut dengan harapan tidak ada oknum yang bisa memanfaatkan kesempatan dalam pembebasan lahan tersebut.

” Saya sudah membentuk tim penanganan mafia tanah dan tim pengadaan hukum. Kedua tim ini akan menangani langsung pihak-pihak yang melakukan tindakan-tindakan yang merugikan masyarakat pemilik lahan yang terkena dampak pembangunan bendungan Jenelata. Saya tidak akan tolerir jika tim menemukan mafia tanah yang bermain disini, ” tandas Yeni Andriani.

Penegasan ini disampaikannya sebagai bentuk pencegahan aksi-aksi pihak yang bisa memicu masalah di masyarakat dan bisa merugikan masyarakat.

” Proses hukum akan kami lakukan terhadap mafia tanah tersebut dan itu menjadi langkah protap kami dimana Kejaksaan menjadi pendamping hukum atau Jaksa Pengacara Negara dalam proses pembebasan lahan Jenelata ini. Kami imbau kepada masyarakat jika menemukan atau mengetahui ada indikasi mafia tanah di proyek bendungan ini maka segera laporkan kepada kami Kejaksaan untuk segera kami lakukan penindakan, ” tandas Yeni Andriani bersama Kepala BPN Gowa Asmain Tombili dan Pelaksana Tehnik PPK Bendungan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Halimah.

Baca Juga :   Tiga Honorer Mengaku  'Diremas' Bokongnya, Pelaku Diduga Oknum Pejabat 

Kajari menjelaskan, tim penanganan mafia tanah ini akan bekerjasama dengan BPN dan Polres Gowa.

Hal senada dikatakan Kepala BPN Gowa Asmain Tombili. Asmain menjelaskan, jika ada pihaknya (orang BPN) yang ikut main dalam pembebasan lahan itu maka pihaknya tidak segan akan menyerahkan ke Kejaksaan untuk diproses hukum.

” Kalau ada staf saya yang pergi mungut-mungut di masyarakat maka laporkan. Saya akan serahkan ke Kejaksaan. Kejaksaan di pembangunan bendungan Jenelata ini sifatnya pendampingan dan pengawasan. Karena itu jika ada masalah dikemudian hari dalam proses pembebasan lahan ini jelas Kejaksaan yang akan turun melakukan penyelidikan dan penyidikan. Dan itu adalah kewenangan mutlak, ” kata Kepala BPN Gowa.

dibaca : 54

Laman: 1 2



Komentar Anda

Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top