ikut bergabung

DLH Klaim Busa di Air Bangkeng Ruru Bukan Pencemaran Lingkungan

PERIKSA. Tim DLH Gowa saat melakukan pemeriksaan kadar air berbusa di atas aliran mata air Bangkeng Ruru.(foto/ist)

Sulsel

DLH Klaim Busa di Air Bangkeng Ruru Bukan Pencemaran Lingkungan

GOWA, UJUNGJARI.COM — Viralnya fenomena aliran mata air berbusa di Dusun Kampung Beru, Rabu (9/2) sore kemarin dan ditengarai warga karena serbuk penebangan pohon rambutan membuat pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa langsung melakukan pemeriksaan pada air di Bangkeng Ruru tersebut.

Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gowa menuju lokasi pada Kamis (10/2) pagi kemarin dan langsung melakukan ujicoba ditempat. Dan hasilnya, memang timbulnya busa dengan volume besar di aliran mata air Bangkeng Ruru tersebut disebabkan karena kadar getah dalam ampas serbuk batang pohon rambutan yang telah ditebang warga setempat.

Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Kabupaten Gowa Andi Hernawati yang memimpin tim DLH Gowa di lokasi itu mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya aktivitas apapun di hulu aliran mata air Bangkeng Ruru kecuali adanya bekas penebangan sebuah pohon rambutan yang sudah tua.

“Di hulu mata air ini tidak ada aktivitas apapun, yang ada hanya hamparan kebun masyarakat. Dan aktivitas yang ada hanya penebangan pohon rambutan yang sudah tua,” kata Andi Hernawati.

Andi Hernawati pun membenarkan jika busa yang timbul di air adalah karena serbuk hasil penebangan rambutan yang jatuh ke aliran air.

“Serbuk hasil penebangan pohon rambutan ini yang jatuh ke air, karena kami lihat disitu warga menebang dan dibelah untuk dijadikan balok dan papan bahan rumah. Nah serbuknya yang jatuh ke dalam air itulah yang berbusa,” papar Andi Hernawati.

Baca Juga :   Pelaksanaan SKD CPNS Formasi 2021 Pemkab Sidrap Totalitas Sukses

Pernyataannya itu dipatenkan setelah pihaknya langsung melakukan ujicoba terhadap serbuk hasil penebangan pohon rambutan ke dalam air lain dan hasilnya memang berbusa.

“Jadi tidak ada aktivitas yang kita temukan. Satu-satunya yang didapati itu hanya penebangan pohon rambutan besar. Kita juga periksa aliran air yang ada di hulu lokasi penebangan dan ternyata di hulu itu kondisi airnya normal tidak ada busa,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Pencemaran DLH Kabupaten Gowa Budi Wahyudin Rachman juga melakukan pengecekan parameter lapangan berupa PH dan suhu air dan menurutnya hasilnya juga normal.

“Kita juga ukur PH airnya dan suhunya normal. PHnya di 6 dan 7, karena kita uji coba di beberapa titik yang kita ambil. PH air 6 sampai 9 itu normal. Suhunya juga normal sesuai dengan tinjauan lapangan. Dan kejadian busa ini bukan pencemaran lingkungan,” kata Budi Wahyudin.-

dibaca : 33



Komentar Anda

Berita lainnya Sulsel


Populer Minggu ini

Arsip

To Top