TAKALAR, UJUNGJARI--Oknum guru yang berinisial AR dipolisikan oleh orang tua siswa lantaran AR diduga telah melakukan penganiayaan terhadap beberapa orang siswa Kelas III.

Dari lima orang siswa yang mendapat tamparan dari oknum Guru bimbingan konselin (BK),bsatu siswa bersama kedua diantaranya terpaksa mempolisikan guru tersebut karena tidak menerima ulah dan sikap arogansi dari Guru tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Kami minta guru pelaku penganiayaan anak saya segera ditahan oleh pihak kepolisian, karena apapun alasannya saya tidak mau damai, guru itu telah keterlaluan menampar anak kami secara berkali,” Kata Muhammad Sadli Dg Situju orang tua siswa korban pemukulan, Jumat (25/3/2022)

Muhammad Sadli Daeng Situju, orang tua HER (Siswa korban pemukulan) menambahkan bahwa selain menampar berkali kali, guru tersebut juga melakukan tendangan dan memukul perut HER

” Guru itu juga menendang dan memukul perut anak saya, hasil penganiayaannya telah divisum dan telah saya serahkan ke pihak penyidik saat saya melaporkan kejadian pemukulan anak saya,” Aku Muhammad Sadli didampingi Istrinya Haerati Daeng Bau.

Terpisah, Kepsek SMA Negeri 6 Polut, Ilham. S. Pd saat dikonfirmasi sekaitan adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Guru BK tersebut membenarkan hal tersebut, hanya saja kepala sekolah tersebut meminta insiden penganiyaan siswa tidak dibesar besarkan melalui pemberitaan.

” Betul ada penganiyaan yang telah terjadi dalam lingkup sekolah kami dan pihak polisi telah memeriksa Guru saya, karena dilapor oleh orang tua siswa itu,” kata Ilham, S. Pd

Ilham juga mengatakan bahwa saat ini proses mediasi secara kekeluargaan atas kasus tersebut telah ditempuh, hanya saja orang tua korban belum mau berdamai.

” Kami dan Guru BK termasuk beberapa Guru telah mendatangi rumah orang tua siswa, tapi pintu damai belum ada,” Ucap Ilham dari balik ponselnya. (Ari Irawan)