BARRU, UJUNGJARI.COM — Pihak rekanan perbaikan jalan provinsi  sepanjang poros Pekkae (Barru)- Takkalalla (Soppeng) akan mengerjakan empat titik jalan rusak berada dalam wilayah kecamatan Tanete Riaja-Tanete Rilau.

Panjang kerusakan jalan poros itu sekitar 4,7 kilometer berada di empat titik di dua kecamatan di kabupaten Barru. Masing-masing di kampung Arappoe desa Tellumpanua (Tanete Rilau), Ele, Botto-botto, Lisu desa Lompo Tengah (Tanete Riaja). Kemudian Cempae desa Libureng dan desa Harapan (Tanete Riaja).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PPTK proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang( PUTR) Provinsi Sulsel dan pelaksana kegiatan sudah melaporkan rencana itu dalam pertemuan dengan Bupati Barru, Suardi Saleh, di ruang kerja Bupati, Kamis (14/4).

Rangkaian proses perbaikan jalan di mulai dari survei mutual awal (MC-0) kondisi di lapangan yang akan dikerjakan Jumat (15/4) oleh tim teknis bersama konsultan.

Ada lima segmen kerusakan jalan yang akan disurvei dan mendapat perbaikan dalam paket ruas Pekkae-Takkalalla ini.

PPTK proyek dari Dinas PUTR Sulsel, Bahtiar merinci jumlah panjang perbaikan jalan dalam ruas paket Pekkae-Takkalla ini adalah 7,2 Kilometer. Untuk Barru 4,7 Kilometer dan Soppeng 2,5 Kilometer.

Selain perbaikan badan jalan, kata Bahtiar, juga akan dibikinkan bahu jalan rabat beton, drainase, hingga talud. Satu titik segmen jalan juga mendapat peninggian mencapai 50 cm. Ini berfungsi agar air tidak menggenang di jalan.

“Proyek ini sudah terkontrak dan siap kami kerjakan. Pagu anggarannya Rp 41,9 miyar bersumber dari APBD Provinsi,” kata Bahtiar melaporkan ke Bupati Barru, Suardi Saleh.

Perwakilan kontraktor proyek dari PT Puspakindo, Andi Syahrul yang turut hadir mengatakan, pengerjaan perbaikan jalan ini berlangsung selama 240 hari kalender. Atau hingga Desember mendatang. Jumlah kontrak kami Rp 33 miliar.

“Tahap awal survei MC-0 akan berjalan setelah pertemuan ini. Setelah survei ink, pengerjaan proyek berturut-turut kami kerja tanpa jeda,” ujar Syahrul.

PPTK Proyek Bahtiar menyampaikan, selain dilakukan perbaikan jalan, juga ada perubahan lebar jalan di paket ruas Pekkae-Takkalalla ini. Badan jalan yang sebelumnya 5 meter akan melebar menjadi 7 meter.

Sementara bahu jahan kiri-kanan ditambah drainase masing-masing 3 meter. Jika dihitung-hitung lebar keseluruhan mencapai 13 meter. Drainase ini kemungkinan akan menyentuh pagar rumah warga dibahu jalan.

“Hal ini kami koordinasikan dengan Pemerintah Daerah, agar ada sosialisasi ke masyarakat setempat,” ujar Bahtiar.

Bupati Barru, Suardi Saleh menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaeman atas perhatian perbaikan jalan di Kabupaten Barru. Akhirnya, warga Barru segera bisa menikmati kembali jalan mulus Poros Barru-Soppeng yang selama ini dirindukan masyarakat.

“Kami memaklumi, penganggaran proyek ini cukup lama, karena bertahap. Kami menghormati proses yang ada karena memang perbaikan jalan poros Kabupaten ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan,” kata Suardi.

Berulang kali jalan poros Barru-Soppeng ini ditimbun secara swadaya, baik oleh pemerintah daerah maupun inisiatif masyarakat. Namun tak cukup menahan beban kendaraan yang lalu lalang. Kerusakan pun semakin menjadi.

Keluhan warga Barru pun berulang kali disuarakan lewat aksi damai. Pemda Barru menerima pesan ini sebagai bentuk tanggungjawab untuk diteruksan ke Gubernur Sulsel. Sebab kewenangan perbaikan permanen maupun pemeliharaan jalan milik pemerintah Provinsi.

Akhirnya buah kesabaran warga ini mendapat respons dengan perbaikan jalan. “Tiap hari kami laporkan ke Gubernur soal kerusakan jalan ini, dan akhirnya ada titik terang,” terangnya.

Bupati berharap, kontraktor bisa bekerja dengan baik. Memulai pekerjaan proyek ini dengan segera. Sebab perbaikan jalan ini adalah super prioritas perhatian Pemkab Barru.

“Jangan ditunda lagi. Segera beraksi. Kami minta di ratakan dulu jalan yang berlubang. Ditimbun dulu sambil tunggu uji lab. Biar masyarakat yang melewati jalan juga nyaman,” ujarnya.  (**)