RANTEPAO, UJUNGJARI–Kepala Lembang (Keplem) Buntu Tallunglipu Toraja Utara terpilih, Mikael Pongsibidang disoal, bahkan dipolisikan oleh rivalnya Hervin karena diduga memalsukan dokumen sarat administrasi.

Mikael Pongsibidang dilaporkan Hervin ke Mapolres Toraja Utara, Kamis, 5 Mei 2022 petang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan polisi Hervin, karena dianggap Mikael telah membohongi masyarakat. Hervin menduga pemalsuan dokumen ini dilakukan demi memenuhi persyaratan umur calon minimal berumur 25 tahun mengikuti kontestasi Pilkalem antar waktu 28 April 2022 lalu.

Pilkalem PAW lalu Mikael mengubah tahun kelahirannya sehingga dianggap telah melakukan pemalsuan dokumen dan membohongi masyarakat.

Menurut Hervin kelakuan Mikael Pongsibidang melanggar asas demokrasi tidak jujur sehingga seharusnya tidak diloloskan menjadi calon saat itu.

Diakui Hervin mengantongi bukti kuat kalau ijazah digunakan Mikael mendaftar calon kepala lembang (Cakalem) telah diubah tahun kelahirannya tahun1996 diganti 1994.

Dari 3 ijazah yang dimasukkan SD, SMP dan SMK  jelas tahun kelahirannya. Bukti perubahan data tahun kelahiran dilakukan Mikael di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Toraja Utara.

Sebelum Pilkalem tiga calon Mikael Pongsibidang, Hervin, dan Agus Benyamin Bare membuat surat pernyataan jika terbukti memalsukan dokumen, siap mengundurkan diri. Mikael seharusnya sudah mengundurkan diri namun itu tidak dilakukan, ujar Hervin.

Terpisah Mikael Pongsibidang, Jumat (6/5) kemarin menanggapi santai tudingan Hervin. Tuduhan Hervin itu tidak benar.

Menurut Mikael juga seharusnya Hervin persoalkan dugaan pemalsuan itu saat proses pendaftaran dan verifikasi berkas. Kenapa setelah kalah baru dipersoalkan.

“Pada prinsipnya siap menghadapi proses hukum laporan dugaan pemalsuan dokumen. Biarlah penegak hukum yang membuktikannya, ” singkat Mikael.

Pilkalem Tallunglipu dihelat 28 April 2022 lalu Mikael meraih 48 suara dari 77 orang memilih yang merupakan perwakilan tokoh adat, tokoh agama, tokoh pendidik atau guru, masyarakat miskin dan pemuda. Sedangkan Hervin 28 suara, serta Agus Benyamin Baru tidak memperoleh suara. (agus)