TAKALAR, UJUNGJARI-DPRD Takalar melalui, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F – PKS) mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk segera mempersiapkan solusi sejak dini terkait agenda penghapusan tenaga honorer,

Dimana menurut, Ahmad Jaiz salah satu anggota DPRD Takalar dari fraksi PKS mengatakan bahwa rencana penghapusan tenaga honorer pemkab Takalar akan menambah angka yang berimplikasi pada tugas-tugas pelayanan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah daerah harus segera mencari langkah yang tepat sebelum merealisasikan penghapusan tenaga honor, karena secara otomatis penghapusan tenaga honorer akan menambah deretan pengangguran didaerah ini,” Ungkap Ahmad Jaiz, Jumat (25/6/2022)

Permintaan Fraksi PKS DPRD Takalar menyusul setalah apel Akbar yang diikuti oleh Seluruh tenaga non-ASN lingkup Pemkab Takalar yang digelar belum lama ini.

Dalam apel akbar tersebut mengemuka, bahwa sejauh ini baru ada solusi bagi tenaga honorer yang bersyarat untuk tenaga outsourcing, sementara tenaga honorer lainnya seperti di bidang kesehatan, tenaga penyuluh dan tenaga administrasi belum ada solusi konkret, artinya tidak semua bisa terserap menjadi PNS atau PPPK.

Hal tersebut yang mendorong Ketua Fraksi PKS Takalar Hairil Anwar untuk angkat bicara sekaligus mempertanyakan nasib tenaga honorer yang tidak lolos seleksi PPPK. Pasalnya jika honorer yang tidak lolos ini diberhentikan dipastikan bakal menimbulkan permasalahan baru dan menambah angka pengangguran di Takalar.

“Terutama bagi honorer yang sudah lama bekerja di atas lima tahun sampai 10 tahun, kasihan jika harus diberhentikan, belum lagi jika mereka memiliki tanggungan,” Kata Hairil Anwar ketua Fraksi PKS Takalar,

Sebagai dewan yang membidangi kepegawaian daerah di parlemen, memandang tenaga honorer masih sangat dibutuhkan dalam membantu jalannya tugas di sejumlah OPD khususnya pada OPD yang bekerja memberikan layanan dasar.

“Jangan sampai nanti saat dihapus pelayanan kepada masyarakat juga bermasalah,” Ucap Hairil.

“Tentu ini akan beresiko terhadap tugas-tugas pelayanan di beberapa OPD yang lain,” kata tambahnya.

Sekretaris Fraksi PKS Ahmad Jais juga menilai tenaga honorer selama ini mempunyai kinerja yang bagus.
“Apalagi kalau kami perhatikan kecenderungan kinerja tenaga honorer ini lebih rajin, gesit dalam bekerja,” katanya.

” Fraksi PKS meminta pemerintah untuk menyiapkan solusi yang jelas dan berkeadilan terhadap tenaga honorer yang terancam dirumahkan,” Kunci Ahmad Jaiz. (Ari Irawan)