MAKASSAR, UJUNGJARI–Aktivis Dewan Pimpinan Nasional Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (DPN-GNPK) menyoroti proyek pembangunan Jembatan Timbang Pallangga, Kabupaten Gowa tahun 2022 senila Rp 5 miliar.
“Melihat proses pekerjaan yang dilakukan saat ini, kami meragukan kualitas proyek tersebut. Jembatan timbang yang dibangun untuk menampung bobot tonase muatan kendaraan dengan maksimal 80 ton itu, kualitasnya harus kokoh. Namun setelah kami melihat langsung di lapangan, pekerjaan yang progresnya baru 30 persen itu, kami ragu dengan kualitas proyek itu, ” tegas Wakil Ketua Umum DPN GNPK Pusat, Ramzah Thabraman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Ramzah, perencanaan proyek dengan leading sektor Balai Penyelenggaran Transportasi Darat (BPTD) Sulsel itu, sejatinya harus mengetahui, topografi serta geografis Kabupaten Gowa. Dimana, tingkat kebutuhan material bangunan yang tinggi untuk wilayah Makassar, Kabupaten Gowa dan Takalar menjadi daerah pemasok utama material bangunan. Dan dengan realitas itu, fungsi serta peran jembatan timbang Pallangga menjadi sangat urgen untuk menjaga bobot tonase kendaraan yang akan melintas.
“Perencanaan proyek ini harus detail dengan hasil survei lapangan yang matang. Rekanan pekerjaan proyek pun harus profesional,” tegas Ramzah.
Ramzah juga menyoroti adanya dugaan keterlibatan oknum staf ahli anggota DPR RI yang disinyalir ikut terlibat dalam pekerjaan proyek ini.
“Tender proyek ini patut kita pertanyakan. Ada dugaan dalan pemenang proyek ini sarat intervensi ,” katanya.
Ramzah berkomitmen akan mengawal progres proyek ini sampai selesai. Dan jika ada dugaan penyimpangan, GNPK akan melakukan langkah taktis dengan melayangkan laporan ke Aparat Penegak Hukum (APH). (*)

