MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Ketua Umum Majelis Adat Kerjaan Nusantara (MAKN) YM DR Eddy Wirabumi melantik Ina Kartika sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) MAKN Sulsel periode 2022-2027, di Balai Prajurit Jenderal M Yusuf Makassar, Selasa (19/7/2022).

Selain itu, sebanyak 73 Pengurus dan 300 anggota DPW MAKN Sulsel dikukuhkan. Pada acara pelantikan tersebut, dihadiri oleh seluruh raja-raja dari seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

YM DR Eddy Wirabumi mengatakan dengan dibawa kepemimpinan Andi Ina Kartika sebagai Ketua dan para pengurus serta anggota DPW MAKN Sulsel yang baru dapat membawa Sulsel menjadi pusat peradaban yang baru menuju Sulsel yang berjaya.

“Bersama sama menyaksikan pengurus DPW MAKN Sulsel, mudah mudahan pertemuan ini menjadi sejarah besar kerajaan se Sulsel. Oleh karena itu, saya mohon dengan hormat kita mendapatkan ketua DPW yang luar biasa dan juga ini saya melihat bahwa Sulsel akan menjadi pusat perkembangan baru,” ungkapnya.

Dirinya menyebut dengan adanya adat istiadat dan tradisi yang beragam di Indonesia sebagai simbol pemersatu bangsa dimana NKRI terbentuk dari perbedaan yang ada.

Sehingga, ia meminta menjaga perbedaan tersebut karena dari situlah kekuatan itu berasal.

“Saya ingin menyampaikan bahwa memanggil kita untuk hadirnya adat dan tradisi seluruh nusantara justru sebagai simbol pemersatu bangsa, kita sepakat bahwa NKRI didirkan dari berbagai perbedaan tapi justru disitulah keindahan kita.  Pada kesempatan ini, saya mohon lagi dalam momentum ini bersatunya 4 ragam budaya sulsel ini mohon dijaga kemudian itu bisa dijadikan kekuatan untuk kita semua,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPW MAKN Andi Ina Kartika mengungkapkan akan menjalankan roda organisasi ini sesuai dengan visi dan misi yang telah ada sebelumnya.

Salah satunya yakni menjadikan DPW MAKN ini sebagai bagian dalam pelestarian adat istiadat yang tentunya beraneka ragam yang ada di Sulsel.

“Dan inilah alat pemersatu dan organisasi pemersatu juga untuk seluruh anak bangsa khsuusnya yang ada di Sulsel yang menjadi bagian daripada  kerajaan kerajaan yang ada di sulsel,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, kegiatan seperti festival kebudayaan menjadi menjadi bagian pada program kerja DPW MAKN Sulsel. Pasalnya hal tersebut telah  tercantum dalam visi misi dan tujuan MAKN.

“Tentunya itu menjadi bagian pada program kerjanya, karena itu adalah memang tercantum dalam visi misi dan tujuan MAKN yang telah ditetapkan oleh pusat nersama sama yang ada di daerah,” terangnya.

Pada pelantikan dan pengukuhan pengurus DPW MAKN Sulsel turut dihadiri oleh Panglima Kodam (Pangdam) XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal TNI Andi Muhammad.

Pangdam mengatakan dengan kepengurusan yang baru ini, DPW MAKN Sulsel dapat membuat program program yang dapat membantu pemerintah terutama dalam pemulihan ekonomi.

“Dengan adanya MAKN dengan kepengurusan yang baru ini, tadi saya sampaikan harus buat program, disamping juga sesuai dengan tugas pokoknya adalah anggaran dasar, anggaran lapangan. Dia juga harus membantu program program pemerintah terutama dalam pemulihan ekonomi kedepan. Jadi banyak memberdayakan masyarakat dengan kegiatan-kegiatan MAKN,” jelasnya.

“Ada NKRI ini karena adanya kerajaan-kerajaan di jaman dulu, yang kita tau kerajaaan di Sulsel yaitu gowa, bone, ada luwu dan ada juga didaerah lain,” tambahnya.

Dirinya yang juga Dewan Pembina DPW MAKN Sulsel berharap dengan kehadiran MAKN ini dapat mengelola dan melestarikan budaya, adat istiadat, dan seni dengan baik.

“Sehingga ini, perlu ada organisasi yang bisa mengelola adat istiadat dan tradisi budaya kita. Ini merupakan suatu kekayaan indonesia dimana kita memiliki banyak budaya dan adat istiadat kita yang kalau dikelola dengan baik ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan, baik itu dari negeri sendiri maupun mancanegara,” pungkasnya. (juni)