RANTEPAO, UJUNGJARI– Perempuan berdarah Toraja, Luwu dan Bastem, Dewi Sartika Pasande (DSP) katakan, hidup bukan sekedar melewatkan waktu, melainkan tuntutan menggerakkan tangan dan otak menyelaraskan pikiran dan perbuatan.

Hal itu dibuktikan setelah wujudkan mimpinya jadi owner PT Jas Mulia. Dewi Sartika Pasande juga bertekad bersama Partai Demokrat siap gelorakan perubahan dan perbaikan di daerah pemilihannya (Dapil) III Sulsel meliputi kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara, Kota Palopo, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Pinrang, Sidrap, dan Enrekang, jika kelak terpilih legislatif DPR RI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

DSP yakin maju caleg bersama Partai Demokrat peluangnya sangat besar, sebab Partai Demokrat salah satu kekuatan politik nasional. Dibuktikan telah berpartisipasi dan berkontribusi wujudkan pembangunan nasional menuju Indonesia maju, damai, adil, dan  demokratis, serta sejahtera.

Di organisasi kemasyarakatan, DSP juga pengurus Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI)  Ketua Bidang Luar Negeri. DSP yakin jika kerukunan organisasi keluarga Toraja dan Luwu Raya kolaborasi dan sepakat mengusung dirinya, tentu menjadi basis utama meraih suara significan Pileg 2024 kelak.

Tentunya sebagai politisi dan kader Partai Demokrat, harus dan pasti menggelorakan  bersama Demokrat memperjuangkan perubahan dan perbaikan. Bersama-sama kita bisa wujudkan perubahan dan perbaikan, ujar Dewi Sartika.

DSP juga Ketua Umum Aliansi Kerukunan Keluarga Rongkong (AKAR) tidak menimpali saatnya perempuan Toraja-Luwu bangkit  mengambil manfaat seiring maju kearah yang lebih baik.

Perempuan ayo kita bangkit menatap masa depan, jangan berpangku tangan. Pemerintah telah memberikan ruang kepada pemuda dan perempuan membentuk jati diri dan kepribadian. Bangkitlah dan lakukan yang terbaik untuk masa depan, mari maju bersama sejahtera untuk semua. Perempuan lahir memiliki tekad yang kuat, memperjuangkan cita-cita membangun daerahnya, ikhlas serta siap berkorban.

Peraih Best Inspiring Women Champions 2021 ini menuturkan, kembali bukan kekalahan, melainkan awal memulai lebih baik dan berkualitas. Di Toraja tempat lahir beta, dibuai dan dibesarkan bunda tempat berlindung dihari tua hingga menutup air mata. (agus)