MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — PSM Makassar masih terus meraih hasil positif di BRI Liga 1 2022/2023. Pasukan Ramang menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan, hingga pekan ke-10.

Di tabel klasemen sementara, PSM Makassar berada di posisi kedua dengan nilai 21. Tepat berada di bawah Madura United dan hanya selisih 2 poin saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bak anomali, performa PSM musim ini berbanding terbalik dengan musim lalu. Musim lalu PSM sudah kalah 2 kali hingga pekan kesepuluh.

Kekalahan pertama di pekan kelima melawan Barito Putera (2-0), kekalahan selanjutnya saat melawan Borneo FC di pekan kedelapan dengan skor 2-1.

Total kekalahan Pasukan Ramang di BRI Liga 1 musim lalu adalah 12 kali. Memasuki akhir musim, PSM Makassar bahkan harus berjuang lolos dari jerat degradasi.

Apa yang menjadi kunci sukses musim ini? Pelatih Bernardo Tavares mengungkap rahasianya. Menurut dia, kuncinya ada di pemain PSM Makassar.

“Inilah sepak bola! Pemain bekerja keras. Usaha terbaik dari pemainlah yang memberikan kami hasil-hasil ini. Kuncinya adalah pemain. Mereka menunjukkan sikap-sikap yang baik di pertandingan,” ungkap pelatih berpaspor Portugal itu.

Tim Ayam Jantan dari Timur, sebutan lain PSM Makassar, terbilang perkasa musim ini. Terutama apabila tampil di kandang, Stadion Gelora BJ Habibie Parepare.

Dari empat laga kandang, tiga kali menang dan baru sekali imbang. Kemenangan diraih saat menjamu Bali United (2-0), Arema FC (1-0) dan Persebaya Surabaya (3-0). Sementara hasil imbang diraih saat menjamu Persija Jakarta (1-1).

Performa ciamik PSM Makassar di kandang, diikuti pula dengan tren positif di laga tandang. Dari empat laga away yang dilakoni, tak pernah alpa membawa pulang poin. Dua laga away bahkan sukses diakhiri dengan kemenangan.

Yakni saat melawan PSS Sleman (2-0) dan Rans Nusantara (2-1). Dua laga away yang berakhir imbang adalah kala dijamu Persik Kediri (0-0) dan Dewa United (1-1). Namun PSM pantang untuk terlena. Bernardo mengingatkan skuadnya untuk selalu fokus di setiap pertandingan.

“Pada akhirnya, kita bisa saja akan kalah kedepannya. Kita harus siap dengan kekalahan itu. Namun pada saat kalah tersebut, itu karena tim lawan bermain lebih baik dan kami benar-benar telah memberikan yang terbaik,” tegas Bernardo. (**)