ikut bergabung

KPK RI Luncurkan 10 Desa Antikorupsi, Pakkatto Raih Skor 92,75

PAKKATTO. Kades Pakkatto Muh Basir, satu dari 10 kepala desa penerima sertifikat percontohan Desa Antikorupsi KPK RI di Desa Banyubiru, Semarang. (foto/ist)

Sulsel

KPK RI Luncurkan 10 Desa Antikorupsi, Pakkatto Raih Skor 92,75

GOWA, UJUNGJARI.COM — Selama enam bulan masa pembinaan yang dilakukan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) RI, dimuali tahap observasi pada Februari 2022 lalu dan tuntas pembinaan pada Juni 2022, akhirnya Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa terpilih menjadi percontohan Desa Antikorupsi 2022 bersama sembilan desa lainnya di Indonesia.

Dari hasil masa pembinaan tersebut, Desa Pakkatto mendapatkan skor 92,75 dari KPK. Skor yang diperoleh Pakkatto ini merupakan skor urutan ke delapan bersama Desa Hanura dan dibawahnya adalah Desa Mungguk, Kabupaten Sekadau dengan nilai 91,39.

Desa peraih skor tertinggi adalah Desa Banyubiru (Kabupaten Semarang) dengan nilai sebesar 96,75. Disusul Desa Cibiru Wetan (Kabupaten Bandung) skor 96,16. Desa Kumbang (Kabupaten Lombok) dengan nilai 95. Desa Sukojati (Kabupaten Banyuwangi) dengan nilai 93,25. Desa Kamang Hilia (Kabupaten Agam) dengan nilai 93,25. Desa Kutuh (Kabupaten Badung) dengan nilai 93,21 dan Desa Hanura (Kabupaten Pesawan) dengan nilai 92,75. Desa Hanura dan Desa Pakkatto sama nilainya.

Masuknya Desa Pakkatto sebagai 10 Desa Antikorupsi 2022 ini menerbangkan Kades Pakkatto Muh Basir untuk menerima penghargaan dari Ketua KPK RI bersama sembilan kepala desa penerima lainnya. Kehadiran Kades Pakkatto di Desa Banyubiru sebagai pusat launching Desa Antikorupsi 2022 ini, pada Selasa (29/11) kemarin didampingi Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. Sama halnya pada Gubernur dan Bupati lainnya yang desanya masuk 10 besar tersebut.

Baca Juga :   Donor Darah Pemkab Gowa - PSMTI Kumpul 310 Kantong

Ketua KPK RI Firli Bahuri mengatakan, dengan adanya 10 desa antikorupsi ini diharapkan seluruh desa terpilih dapat mempertahankan dan meningkatkan praktik baik dari lima indikator penilaian desa antikorupsi tersebut dan dapat terus dibudayakan sebagai upaya pembangunan integritas di pemerintahan desa.

Tak terkecuali kepada Kepala Desa Pakkatto, Firli berharap pemerintah Desa Pakkatto bisa lebih mengamalkan praktik baik dalam pelayanan masyarakat serta memberikan dampak yang baik pula kepada masyarakat yakni masyarakat dapat melakukan praktik baik pula dalam lingkungan bermasyarakat.

“Sangat kami harapkan Desa Pakkatto dapat mempertahankan dan meningkatkan praktik baik dari lima indikator penilaian desa antikorupsi tersebut dan dapat terus dibudayakan sebagai upaya pembangunan integritas di pemerintahan desa. Selain itu juga agar desa-desa lain di Provinsi Sulsel dapat belajar dan mencontoh praktik baik yang sudah dilakukan Desa Pakkatto ini, ” sebut Firli.

dibaca : 39

Laman: 1 2 3



Komentar Anda

Berita lainnya Sulsel


Populer Minggu ini

Arsip

To Top