ikut bergabung

Lewat Keadilan Restoratif, Jampidum Kejagung RI Setujui Hentikan Lima Kasus Penuntutan di Sulsel

Sulsel

Lewat Keadilan Restoratif, Jampidum Kejagung RI Setujui Hentikan Lima Kasus Penuntutan di Sulsel

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Jaksa Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana menyetujui 5 Permohonan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, Rabu (19/01/2023).

Ekspose perkara untuk penghentian penuntutan dilakukan secara virtual yang dihadiri oleh JAM-Pidum Dr. Fadil Zumhana, Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda Agnes Triani, S.H.,M.H., Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum

Kemudian Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel R. Febrytrianto,SH.,MH, Kepala Kejaksaan Negeri Parepare, Kepala Kejaksaan Negeri Sidrap, Kepala Kejaksaan Negeri Takalar dan Kepala Kejaksaan Negeri Bulukumba.

Adapun 5 berkas perkara yang dihentikan penuntutannya berdasarkan keadilan restoratif yaitu 1 perkara dari Kejaksaan Negeri Parepare, 1 perkara dari Kejaksaan Negeri Sidrap, 1 perkara dari Kejaksaan Negeri Bulukumba dan 2 perkara dari Kejaksaan Negeri Takalar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Soetarmi mengatakan, perkara yang dihentikan di Kejari Parepare yaitu kasus pengancaman dengan melibatkan terdakwa Wahyuki alias Ukki bin Bakri 36.

Kejadian tersebut berawal pada Rabu 30 November 2022 sekitar pukul 22.30 wita bertempat di Jl. Tarakan Kel. Ujung Sabbang Kec. Ujung Kota Pare-pare, Tersangka Wahyuki Alias Ukki Bin Bakri pada saat itu mabuk bersama teman-temannya lalu berselisih paham dengan saksi Fadel.

Sehingga waktu itu membuat keributan dan korban Rudi Alias Bagong Bin Toni lalu mendatangi keributan tersebut, kemudian menyuruh tersangka untuk pulang dan menyelesaikan pertengkaran tersebut.

Akan tetapi tersangka tidak terima, dia pulang untuk mengambil sebilah parang lalu mendatangi korban dengan memegang parang yang sudah terhunus

Saat itu, tersangka mengacungkan parangnya tersebut ke arah korban sambari berkata “siniko bagong saya bunuhko”, akibatnya korban merasa terancam. Akibat perbuatan terdakwa diatur dan diancam PASAL 335 Ayat (1) KUHP.

Selanjutnya di Kejaksaan Negeri Sidrap mengajukan 1 perakara RJ yaitu perkara pencurian dengan terdakwa Dodik Permana alias Dodi bin Kamis Riadi (36) yang merupakan karyawan Koperasi Multi Karya.

Kasus tersebut bermula pada Kamis 3 November 2022 sekitar pukul 11.00 wita bertempat di Kantin sekolah SMPN 1 Dua Pitue, Kel. Tanru Tedong, Kec. Dua Pitue, Kabupaten Sidrap.

Saat itu, tersangka Dodik Permana Alias Dodi bin Kamis Riadi menuju ke kantin milik saksi Dahlia yang terletak di SMPN 1 Dua Pitue dengan tujuan untuk mengantarkan uang pinjaman koperasi saksi Dahlia.

Laman: 1 2 3 4



Komentar Anda

Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top