MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Sejumlah jamaah masjid Baabul Risqi Pasar Niaga Daya (PND) akan melaporkan eks pengurus masjid Baabul Risqi PND ke aparat penegak hukum (APH) terkait dugaan penggelapan dana masjid.

Hal itu dilakukan karena eks pengurus masjid H Burhanuddin Cs, hingga saat ini belum menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) keungan masjid Baabur Risqi ke jamaah masjid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah lama jamaah menunggu LPJ pengurus. Sejak Januari hingga sekarang ini belum ada pertanggungjawaban keuangan masjid. Ada apa sampai sekarang belum di laporkan, mestinya sebelum menyerahkan jabatan ke pengurus yang baru harus sudah ada LPJnya,” kata H Kurdass kepada ujungjari.com usai menggelar rapat bersama sejumlah jamaah masjid Baabur Risqi di Perumahan Bukti Katulistiwa, Senin malam (5/6/2023).

“Dana masjid pasar Daya itu sangat besar jumlahnya, bahkan mencapai Rp2 miliar. Ini dana ummat harus jelas pertanggungjawabannya. Kalau memang pengurus lama tidak menyampaikan LPJ-nya, kami akan membawa persoalan ini ke ranah hukum,” tegas H Kurdass.

“Jamaah minta 1×24 jam agar pengurus masjid yang lama dan pengurus yang sekarang (Plt) agar menyampaikan LPJ nya didepan seluruh jamaah masjid. Jika tidak, kami akan melaporkan kasus ini ke Kejari. Kejari Makassar harus mengusut tuntas dana ummat masjid pasar Daya, dan seret semua yang terlibat,” jelas dia.

H Kurdass, penjual ayam potong dan penggilingan adonan bakso di pasar niaga daya, mengakui bahwa dirinya memang bukan pengurus masjid. Namun dia ikut menyoroti kondisi pengurus masjid saat ini yang sangat amburadul, karena hati nurani. Dia sangat prihatin dengan kondisi pengurus masjid yang diambil alih oleh orang dari luar pasar Daya.

“Saya memang bukanji pengurus masjid, saya hanya prihatin melihat kondisi kepengurusan masjid yang tidak jelas arahnya. Saya tidak punya kepentingan sama sekali di masjid. Cuma hati nurani saya terpanggil dan merasa prihatin saja melihat kondisi pengurus masjid saat ini,” pungkasnya.

“Saya ini bukan provokator, saya hanya prihatin dan malu melihat ada orang yang berebut kepengurusan masjid di pasar Daya, apalagi ada orang luar yang ngotot mengambil alih kepengurusan masjid di pasar Daya,” kata Kurdass.

Ia juga meminta kepada Dirut PD Pasar Makassar Raya agar tidak terlalu jauh mengintervensi pengurus masjid di pasar Daya. “Dirut PD Pasar tidah usah terlalu jauh mencampuri pengurus masjid. Urusmi saja itu kasusmu di pasar senteral. Terus terang, selama ini pasar Daya aman-aman saja, tidak ada riak-riak. Tapi setelah Direktur PD Pasar yang baru ini, yang terlalu banyak pusing, pasar Daya menjadi gaduh,” tutur H Kurdass yang diamini beberapa pedagang pasar Daya, usai rapat membahas kepengurusan masjid di sapah satu pengusaha di Bukit Katulistiwa, malam tadi.

Sementara itu, mantan pengurus masjid Baabul Risqi, H Burhanuddin, yang dikonfirmasi terkait hal tersebut, mengatakan, apa yang disampaika H Kurdass itu sangat tidak benar. Dia tidak paham terkait persoalan ini. Darimana angka Rp2 miliar dana masjid tersebut. “Tidak ada itu pak, kdarimana itu Rp2 miliar?,” kata H Burhanuddin.

Menurutnya, saldo terakhir dana masjid sebelum masa jabatannya berakhir hanya Rp130 juta. Tapi dirinya belum menyerahkan dana tersebut, karena menunggu pengurus masjid definitif.

“Uang masjid Rp130 juta itu masih ada sama saya. Saya belum serahkan ke pejabat sementara. Nanti saya sampaikan LPJ sekaligus menyerahkan saldo masjid itu, kalau sudah ada pengurus masjid definitif,” kata dia.

“Tidak perlu persoalan ini sampai ke kejaksaan. Apa susahnya kita duduk bersama, dan saya akan membuka semua buku kas masjid supaya semua tahu dan paham,” ujarnya. (drww)