ikut bergabung

Tim Medis Ibnu Sina Skrining Kesehatan Personel dan Persit KCK Divif 3 Kostrad

PANTAU. Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Choirul Anam bersama istri Helmy Choirul dan Direktur RS Ibnu Sina dr Edward Pandu saat memantau giat skrining kesehatan personel Divif 3 Kostrad. (foto/sar)

Sulsel

Tim Medis Ibnu Sina Skrining Kesehatan Personel dan Persit KCK Divif 3 Kostrad

GOWA, UJUNGJARI.COM — Dengan motto Hari Sehat Untuk Kuat, Divisi 3 Kostrad menggelar skrining kesehatan. Skrining kesehatan ini merupakan implementasi MoU yang dilakukan Divif 3 Kostrad dengan RS Ibnu Sina Makassar.

Kegiatan ini meliputi penyuluhan dan skrining HIV/Aids, pemeriksaan jantung dan paru, pemeriksaan Papsmear, pemberian vaksin HPV dan Rotavirus. Kegiatan skrining jni diikuti seluruh personel Divif 3 Kostrad serta para anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang Divif 3 Kostrad serta anak-anak keluarga personel.

Pelaksanaan skrining dilakukan sehari, pada Jumat (24/11) pagi menggandeng tim kesehatan RS Ibnu Sina serta Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa melalui Puskesmas Bontomarannu.

Panglima Divisi Infanteri 3 (Pangdivif 3 Kostrad) Mayjen TNI Choirul Anam bersama istrinya, Helmy Choirul Anam selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Divif 3 Kostrad dalam kesempatan itu mengatakan kegiatan skrining ini merupakan implementasi dari kerjasama yang telah dilakukan dengan RS Ibnu Sina Yayasan Wakaf UMI Makassar yang dilakukan sebulan lalu.

“Hari ini baru pelaksanaannya dan semua jenis skrining ini akan kita lakukan berkala per tiga bulan selama tiga tahun kerjasamanya. Semoga para personel, para ibu Persit dan anak-anak anggota bisa terlayani pemeriksaan kesehatannya. Jadi hari ini ada pemeriksaan jantung dan paru serta skrining HIV/Aids khusus untuk anggota, ada papsmear untuk para anggota Persit dan pemberian vaksin untuk anak-anak anggota. Apa yang kita lakukan ini tujuannya tidak lain agar para personel sehat selalu dalam menjalankan tugas-tugas pokok mereka. Semoga kita semua bisa sehat dan kuat, ” kata Pangdivif 3 Kostrad.

Baca Juga :   Zakat Membuat Individu Rendah Hati

Khusus pemeriksaan papsmear, Pangdivif 3 mengatakan, menurut data WHO (World Healt Organization), kanker Serviks adalah jenis kanker mematikan urutan kedua terbesar di dunia. Untuk itu perlu dilakukan deteksi dini melalui papsmear tersebut. Upaya pencegahan kanker Serviks ini juga dilakukan pemberian vaksin HPV dan rotavirus kepada para anggota Persit dan anak-anak perempuan berusia 10-11 tahun. Dan imunisasi pada bayi usia di bawah 6 bulan.

Jika ada personel yang terdeteksi mengalami gejala gangguan pada jantung, paru atau kanker serviks maka kata Pangdivif 3 pasti akan dirujuk ke RS Ibnu Sina untuk perawatan dan pencegahannya, apalagi seluruh anggota Kostrad saat ini telah menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Dalam kegiatan itu, pihak RS Ibnu Sina melakukan pula kegiatan baksos serta penyuluhan kesehatan untuk para personel dan Persit.

dibaca : 168

Laman: 1 2



Komentar Anda

Berita lainnya Sulsel

Populer Minggu ini

Arsip

To Top