MAKALE, UJUNGJARI–Badan Bawaslu Tana Toraja, Kamis (21/12) kemarin gelar Media Gathering (MG) di Aula Diknas, Makale, dihadiri Komisioner Bawaslu Sulsel, Almasyah. SH, juga kordiv humas dan datin.
MG dihadiri sejumlah media mitra kerja Bawaslu dan PPK 19 Panwascam, dengan harapan proses tahapan Pemilu terpublikasi luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pileg dan Pilpres akan dihelat tanggal 14 Pebruari 2024 memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan DPD.
Ketua Bawaslu Tana Toraja Elis Bua Mangesa kepada media katakan, banyak topik menarik dibahas MG hari ini selain Aplikasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap), juga kerawanan selama tahapan pemilu dan kampanye, maupun temuan serta laporan diterima Bawaslu selama tahapan Pemilu 2024.
Menurut Elis, Bawaslu Tana Toraja belum terima aduan maupun laporan tindak pidana Pemilu, kecuali keluhan dari Caleg fenomena Alat Peraga Kampanye (APK) disembarang tempat.
Namun setelah berkoordinasi ke KPU dan pemerintah diwakili Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup persoalan telah selesai dan keindahan serta estetika kota sudah pulih sebab pemasangan APK sudah ditentukan lokasinya.
Hari ini juga kami akan menggelar rapat koordinasi bersama KPU, Bawaslu, dan pemerintah segera melakukan penertiban APK sesuai surat keputusan KPU dan SK Pemda Tana Toraja, ujar Elis.
Lanjut Ekis, SK No 508 tahun 2023 ditandatangani langsung Ketua KPU Tana Toraja, Berthy Paluangan menetapkan lokasi kampanye rapat umum dan pemasangan APK Pemilu 2024, termasuk fokus kerawan data pemilu di titik perbatasan Tana Toraja.
Panwas Kecamatan sudah identifikasi seperti di wilayah perbatasan kecamatan Gandangbatu Sillanan (Gandasil) dengan Kabupaten Enrekang.
Demikian pula, di kecamatan Masanda dan Mappak berbatasan Kabupaten Mamasa Sulbar, maupun kecamatan Kurra serta Makale Utara berbatasan Toraja Utara.
Diharapkan kerawanan data pemilih diwilayah perbatasan teratasi sehingga Pemilu damai dan jurdil terwujud, terang Elis. (agus)

