GOWA, UJUNGJARI.COM — Sebagai pelajar yang sudah cukup umur untuk memilih yakni 17 tahun diimbau agar bisa menggunakan hak pilihnya saat pelaksanaan pencoblosan dibuka pada Rabu (14/2/2023) mendatang.
Imbauan itu disampaikan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat menghadiri Deklarasi Pemilu Damai Putih Abu-Abu Tingkat Kabupaten Gowa yang dihelat di Baruga Karaeng Galesong kantor Bupati Gowa, Rabu (7/2) siang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data BPS, saat ini penduduk Kabupaten Gowa didominasi oleh generasi millenial, gen Z dan post gen Z yakni diatas 60 persen. Karena itu peran pelajar dalam menciptakan Pemilu damai sangat dibutuhkan.
“Dari hasil pendataan yang ada, generasi milenial, gen Z dan post gen Z itu sudah diatas 60 persen dan semua ini adalah rata-rata pemilih pemula. Jadi manfaatkan kesempatan pertama kalian dalam memilih untuk datang ke TPS sebagai catatan sejarah baru bagi adik-adikku sekalian dan jangan lupa untuk menjaga ketertiban dan kedamaian di wilayah Kabupaten Gowa,” kata Adnan.
Adnan yakin pada Pemilu pekan depan, para pelajar khususnya pelajar SMA/SMK sederajat yang usianya diatas 17 tahun atau sebagai pemilih pemula untuk ikut menggunakan hak pilihnya tersebut dan mengajak para pemilih pemula ini ikut menciptakan Pemilu damai.
“Hari ini kita lakukan Deklarasi Pemilu Damai dan saya mengajak semua pemilih pemula datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Ajak juga seluruh keluarga, sahabat dan tetangga karena ini merupakan sejarah baru bagi kalian semua untuk memilih,” tandas Bupati Gowa dihadapan ratusan pelajar perwakilan sekolah-sekolah SMA sederajat di Gowa.
Bahkan Adnan meminta, para pelajar pemilih pemula ini menjadi agen perubahan dengan mengajak orang sekitar agar tidak golput dan ikut serta membantu pemerintah, TNI, Polri, Bawaslu dan KPU menciptakan Pemilu yang aman, damai untuk Gowa yang lebih baik.
“Mari kita menjadi agen perubahan untuk meningkatkan partisipasi pemilih yang ada di Kabupaten Gowa. Jangan golput dan jangan ikut memprovokasi masyarakat untuk tidak memilih namun diharapkan kalian sebagai orang-orang cerdas yang Insya Allah akan menggantikan kami kelak. Ajak keluarga, sahabat dan teman-teman menuju sebuah kebaikan,” kata Adnan.
Sementara Wakapolres Gowa Kompol Soma Miharja mengatakan seluruh pelajar atau siswa SMA sederajat harus turut berpartisipasi menjadi pelopor Pemilu Damai 2024, karena para siswa-siswi termasuk dalam golongan pemilih pemula yang berkontribusi langsung untuk Indonesia lima tahun kedepan.
“Para pemilih pemula diharapkan mampu berintegritas tanpa hoax, politisasi uang serta ikut memastikan bahwa Pemilu damai tidak semata-mata dimaknai sebagai program melainkan sebagai ikhtiar untuk menciptakan atmosfer yang kondusif selama pelaksanaan rangkaian tahapan Pemilu di wilayah Kabupaten Gowa,” kata Kompol Soma Miharja.
Selain itu, ia juga meminta agar seluruh pelajar bersedia untuk menjaga kedamaian selama pemilu sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali.
“Pemilu damai adalah sebuah kerja besar yang membutuhkan partisipasi dari seluruh elemen bangsa mulai dari tataran individu, pemerintah serta kelompok masyarakat tidak terkecuali dari para siswa-siswi SMA sederajat selaku pemilih pemula yang berkomitmen untuk menjaga kondisi aktivitas dan keamanan selama Pemilu,” kata Wakapolres Gowa.
Dalam Deklarasi Damai itu juga dilakukan penandatanganan bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan Pemilu damai di Kabupaten Gowa. –

