PINRANG, UJUNGJARI.COM – Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pinrang yang berlangsung di ruang rapat RSUD Lasinrang, Kamis (14/8/2025).
Acara ini menjadi momentum refleksi dan konsolidasi bagi para dokter untuk memperkuat peran mereka dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dokter Harus Melayani dengan Hati
Dalam sambutannya, Bupati Irwan menekankan bahwa profesi dokter bukan hanya tentang keterampilan medis, tetapi juga tentang dedikasi kemanusiaan. “Melayani masyarakat kadang tidak mudah, apalagi dengan ekspektasi yang tinggi dan seringkali melampaui kemampuan yang kita miliki. Namun, sebagai tenaga kesehatan, kita dituntut untuk tetap memberikan yang terbaik,” tegasnya.
Ia mengingatkan, masyarakat di wilayah terpencil justru lebih membutuhkan perhatian. “Di kota, fasilitas banyak dan akses mudah. Tapi di pelosok, masyarakat menunggu dokter datang membawa harapan. Karena itu, jangan jadikan lokasi penugasan sebagai alasan untuk mengeluh,” ujarnya.

Utamakan Nyawa, Bukan Administrasi
Pesan lain yang disampaikan Bupati Irwan adalah pentingnya prioritas pelayanan medis di atas urusan administrasi. “Lakukan dulu tindakan medis, baru administrasi. Jangan dibalik. Di era digital, kesalahan kecil bisa cepat diviralkan. Maka yang utama adalah nyawa dan kesehatan pasien,” tandasnya.
Pesan ini menegaskan bahwa esensi pelayanan kesehatan adalah kecepatan, empati, dan keberpihakan pada pasien, bukan terjebak dalam birokrasi.
Pemerintah Dorong Akses Kesehatan Merata
Bupati Irwan juga menegaskan komitmen Pemkab Pinrang dalam mendukung akses layanan kesehatan hingga pelosok. Ia mencontohkan langkah konkret dengan menyerahkan mobil dinas bupati untuk operasional puskesmas di daerah pegunungan. “Semua daya dan upaya kita kerahkan agar akses kesehatan merata, tidak hanya di pusat kota, tapi sampai ke pelosok,” ujarnya.
Harapan pada Muscab IDI
Bupati Irwan berharap Muscab IDI Pinrang kali ini mampu melahirkan kepengurusan baru yang progresif dan membawa organisasi semakin berperan dalam peningkatan kualitas layanan medis. Menurutnya, IDI bukan hanya wadah profesi, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Catatan Penting
Muscab IDI tidak sekadar agenda pemilihan pengurus, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan visi pelayanan kesehatan ke depan.
Dengan tantangan kesehatan yang semakin kompleks—mulai dari keterbatasan tenaga medis di pelosok, meningkatnya ekspektasi masyarakat, hingga dinamika era digital—dibutuhkan sinergi antara IDI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memastikan layanan kesehatan di Pinrang lebih merata dan berkeadilan. (Jaya)

