MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Menuntut ilmu tidak mengenal usia, jarak, maupun waktu. Selagi ada kesempatan dan niat kuat untuk terus meng-upgrade pengetahuan yang dimiliki, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Prinsip itu ditanamkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Hj. Hasriyani, SH., MM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah kesibukan sebagai pejabat publik, wanita kelahiran Malinau, Kaltara. 17 juni 1976 ini berhasil menyandang gelar Doktor di bidang Administrasi Publik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.
Ibu dua anak itu dikukuhkan sebagai wisudawan S3 dalam prosesi khidmat di (GOR) JK Arenatorium Unhas, Senin (27/10/2025).
“Saya pikir dengan niat yang kuat, fokus pada tujuan, apapun apapun yang kita rencanakan, bisa terlaksana dengan baik. Terbukti meskipun di tengah kepadatan saya selaku kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM,” jelasnya.
Dia menempuh pendidikan doktoral selama 2 tahun 8 bulan dengan disertasi berjudul “Kepemimpinan Adaptif dalam Rangka Ketersediaan Stok dan Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok di Wilayah Kalimantan Utara.”
Pentingnya keilmuan seseorang ditekankan juga kepada dua anaknya, Hj Zikria Afifah Izhar yang sementara menyelesaikan pendidikan bidang kedokteran di Universitas Muhammadiyah dan H Ihsan Nur Kahfi yang saat ini menimba ilmu di Pendidikan Kedokteran di
North Zhinzuan Medical University, China.
Capaian ini, lanjutnya, bukan hanya kebanggaan pribadi tetapi juga bentuk kontribusi akademik bagi kemajuan daerah.
“Saya berharap hasil penelitian ini bisa menjadi referensi kebijakan bagi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Kalimantan Utara,” pungkasnya.
Menurutnya, penelitian ini berangkat dari keprihatinan atas tantangan distribusi logistik di wilayah perbatasan.
“Kalimantan Utara merupakan provinsi perbatasan yang hampir 80 persen kebutuhan pokoknya masih didistribusikan dari luar daerah, khususnya dari Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan. Kondisi ini seringkali menyebabkan lonjakan harga, terutama saat momen hari besar keagamaan nasional atau perayaan daerah.”
Melalui penelitiannya, Dr. Hasriyani ingin menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dalam merespons situasi krisis pangan dan fluktuasi harga. Ia menilai bahwa kepala daerah harus mampu bertindak cepat, konkret, dan kreatif dalam menghadapi persoalan strategis daerah.
“Kepemimpinan adaptif itu artinya seorang pemimpin mampu membaca situasi dan mengambil keputusan cepat untuk menyelesaikan masalah. Dalam konteks Kalimantan Utara, ini sangat penting karena tantangan geografis dan infrastruktur kita cukup berat,” terangnya.
Hasriyani menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Utara, Dr. (H.C.) H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang menurutnya menjadi inspirasi dan motor penggerak dalam perjalanan akademiknya.
“Motivasi dan inspirasi saya salah satunya datang dari Bapak Gubernur, yang selalu memberikan dorongan dan teladan bagi kami pejabat di Pemprov Kaltara untuk terus belajar dan berkembang,” tutur Hasriyani.
Dengan gelar doktor yang baru diraihnya, Dr. Hj. Hasriyani menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam memperkuat sektor industri, perdagangan, dan UMKM di provinsi termuda di Kalimantan tersebut. (rhm)

