MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Program revitalisasi sekolah di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2025 mendapat sorotan publik. Sejumlah pihak meminta agar pengawasan terhadap pelaksanaan revitalisasi sekolah dilakukan secara ketat, menyusul adanya sinyalemen bahwa beberapa proyek revitalisasi di Sulsel tidak sesuai spesifikasi teknis.

Laporan dari sejumlah LSM dan Pemerhati Pendidikan di Sulsel mengungkapkan adanya dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek revitalisasi pada beberapa sekolah terutama terkait kualitas material dan ketidaksesuaian dengan rencana teknis (RAB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proyek revitalisasi ini harus benar-benar diawasi. Jangan sampai dana besar justru menghasilkan bangunan yang cepat rusak. Kami mendorong partisipasi masyarakat dan komite sekolah untuk ikut memantau,” ujar salah satu pemerhati pendidikan di Makassar, Andi Rahman, Sabtu (9/11/2025).

Ia menambahkan, masyarakat bisa melakukan pengawasan dengan cara sederhana, seperti mencatat jenis pekerjaan, memotret progres pembangunan, dan melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian antara dokumen proyek dan hasil di lapangan.

Dinas Pendidikan Sulsel juga diharapkan membuka informasi secara transparan mengenai daftar sekolah penerima bantuan revitalisasi, nilai kontrak, dan kontraktor pelaksana agar publik bisa ikut mengawasi.

“Transparansi adalah kunci agar tidak ada permainan dalam proyek revitalisasi ini. Kalau semua data dibuka, masyarakat bisa bantu mengawasi,” tegasnya.

Program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memperbaiki fasilitas belajar di daerah-daerah yang masih memiliki infrastruktur minim.

Diketahui, tahun 2025 terdapat ratusan sekolah yang menerina bantuan revitalisasi dari kementerian. Sekolah tersebut tersebar di sejumlah daerah di Sulsel termasuk Kota Makassar dan Gowa.  (drw)