MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Banjir kembali melanda Kelurahan Katimbang dan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Ratusan warga terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat tingginya genangan air yang merendam permukiman mereka.

Di tengah kondisi sulit tersebut, warga pengungsi mengaku merindukan kehadiran anggota DPRD Kota Makassar, khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) III Kecamatan Biringjanaya-Tamalanrea, untuk turun langsung melihat kondisi masyarakat yang terdampak banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut sejumlah warga, hingga kini belum terlihat adanya kunjungan langsung dari wakil rakyat ke lokasi pengungsian. Padahal, kehadiran anggota dewan dinilai penting untuk menyerap aspirasi warga sekaligus mendorong percepatan penanganan banjir serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

“Kami berharap anggota dewan bisa hadir langsung di sini, melihat kondisi kami dan memperjuangkan bantuan yang dibutuhkan warga,” ujar Haerduddin (77) salah seorang pengungsi di Katimbang.

Ia menilai banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan ini membutuhkan perhatian serius, terutama terkait perbaikan drainase dan normalisasi sungai.

Mereka berharap anggota DPRD Kota Makassar dari Dapil III tidak hanya hadir saat masa kampanye, tetapi juga di saat masyarakat menghadapi musibah.

Hingga berita ini diturunkan, warga pengungsi masih mengandalkan bantuan dari relawan, aparat TNI-Polri, serta pemerintah setempat, sembari menunggu perhatian lebih dari para wakil rakyat di tingkat kota.

Pemerhati kebijakan publik, Muh Syakir, menilai, anggota DPRD Kota Makassar semestinya berdiri paling depan di tengah bencana banjir yang melanda wilayah Katimbang.

Kehadiran wakil rakyat dinilai sangat penting untuk memberikan dukungan moral sekaligus memastikan penanganan pengungsi berjalan maksimal.

“Anggota dewan harus hadir dan bersama warga pengungsi di Katimbang. Mereka adalah wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat, sehingga sudah seharusnya berada di tengah-tengah masyarakat saat kondisi sulit seperti ini,” ungkap Muh Syakir.

“Dalam situasi darurat seperti banjir, rakyat tidak membutuhkan janji atau pernyataan dari balik meja. Mereka membutuhkan kehadiran nyata. Anggota dewan harus berdiri bersama warga pengungsi di Katimbang, karena mereka dipilih oleh rakyat dan digaji dari uang rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran anggota dewan bukan sekadar simbol empati, melainkan bentuk tanggung jawab politik dan moral untuk memastikan hak-hak dasar warga terdampak terpenuhi, mulai dari logistik, layanan kesehatan, hingga penanganan jangka panjang banjir yang terus berulang.  (Drw)