GOWA, UJUNGJARI.COM — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gowa kini mencari solusi guna mengoptimalkan perannya membantu Pemerintah Kabupaten Gowa di berbagai sektor.
Salah satu yang bakal dilakukan DWP Gowa adalah membantu pemerintah dari sisi ekonomi untuk meningkatkan dan membuka peluang pendapatan asli daerah (PAD).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti diketahui, DWP di kabupaten kota di seluruh Indonesia terkhusus di Kabupaten Gowa sejak berdiri hingga sekarang berusia 26 tahun tidak mendapatkan backup anggaran dari pemerintah kendati DWP adalah organisasi yang melekat di pemerintahan sebab keanggotaannya adalah para istri PNS atau ASN lingkup pemerintahan. Sehingga itu, DWP harus mencari cara bagaimana DWP bisa optimal dalam mengembangkan setiap langkahnya melalui program-programnya.
Selama ini, DWP turut mengambil peran dalam sejumlah program pemerintah seperti penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem yang menjadi isu nasional.
Dalam peran itu, para anggota DWP turut membantu dengan sumber keuangan secara partisipasi anggota. Saat ini pula DWP menggerakkan tiga program penting yakni untuk sektor pendidikan, ekonomi serta sosial budaya. Namun lagi-lagi DEP terbatas langkah untuk mewujudkan program tersebut secara berkesinambungan.

Karena itu DWP akan mencari solusi terbaik agar mampu menjalankan program dengan lancar. Salah satu yang dirancang DWP adalah harus menjadi pihak ketiga bagi pemerintah daerah. Targetnya adalah pengelolaan Gedung Wanita yang selama ini dikelola langsung Pemkab Gowa melalui Bagian Umum Setkab Gowa.
“Kami akan cari solusi. DWP tidak akan fakum dalam berorganisasi yang notabene harus membuat langkah para istri DWP ringan tanpa harus mengurangi jatah belanja mereka secara pribadi karena harus selalu patungan setiap berkegiatan. Saya selaku dewan penasehat DWP Kabupaten Gowa akan berupaya mencari solusinya. Salah satu target kita adalah menjadi pihak ketiga untuk pengelolaan gedung wanita yang selama ini hanya digunakan oleh DWP. Kita bisa jadikan gedung wanita ini menjadi sumber PAD jika DWP yang kelola, apalagi gedung wanita juga dipersewakan jika digunakan. Kenapa DWP tidak bisa mengelolanya, ” kata Andi Tenri Indah selaku Dewan Penasehat DWP Kabupaten Gowa saat hadir dalam Rakerda DWP di Gedung Wanita pada Kamis (15/1) lalu.
Dikatakan Indah yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Gowa ini, dirinya mengaku prihatin atas kegiatan DWP yang kerap kekurangan dana untuk menindaklanjuti seluruh programnya.
“Sudah saatnya DWP memganut pemikiran modern. Saya akan mencari nomenklatur yang cocok untuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh DWP, karena pada intinya semua yang bekerja di dalam organisasi DWP ini semuanya bekerja untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Gowa. Bahkan DWP sekarang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gowa makanya, Insya Allah saya akan mencari di mana anggaran bisa diselipkan yang cocok untuk kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita, ” terang istri Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin.
Legislator Partai Gerindra Sulsel ini juga mengatakan akan mengajak seluruh anggota DWP mulai di tingkat atas hingga bawah untuk lebih mengoptimalkan perannya dalam membantu mengentaskan kemiskinan ekstrem juga menuntaskan stunting yang saat ini fokus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa.
“Insya Allah kami akan duduk bersama dan akan membicarakan secara internal dengan pengurus DWP kabupaten. Termasuk juga rencana kita untuk mengelola Gedung Wanita. Kami akan mencoba menyampaikan dan bicarakan dengan Ibu Bupati Gowa, semoga ada jalannya, ” kata Indah optimis.
Apa yang dikatakan Dewan Penasehat DWP Gowa disambut baik oleh Ketua DWP Kabupaten Gowa Suryanti Andy Azis. Menurutnya, apa yang akan diperjuangkan Andi Tenri indah selalu Dewan Penasehat DWP tentu menjadi angin segar bagi para anggota DWP.
“Alhamdulillah kami mendukung penuh usulan Ibu Dewan Penasehat. Semoga ke depannya DWP Gowa lebih mampu berkiprah dengan ringan dan semoga kita bisa eksis berkegiatan tentunya jika sudah ada dukungan anggaran yang memadai, ” jelas Suryanti. –

