PANGKEP, UJUNGJARI.COM – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menyiagakan Pos Ante Mortem sebagai bagian dari penanganan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan menabrak kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Pos Ante Mortem tersebut disiapkan untuk mendukung proses identifikasi korban dengan mengumpulkan data awal dari pihak keluarga, seperti rekam medis, ciri-ciri fisik, data gigi, hingga sampel DNA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini dilakukan guna mempercepat proses pencocokan data apabila korban berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Dokter Biddokkes Polda Sulsel, dr. Yudit, mengatakan pihaknya telah menyiapkan personel dan peralatan medis yang diperlukan untuk mendukung proses identifikasi secara profesional dan humanis.

“Kami dari Biddokkes Polda Sulsel sudah menyiagakan Pos Ante Mortem dan tim medis. Data dari keluarga korban sangat penting untuk proses identifikasi, sehingga kami mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar dapat berkoordinasi dengan petugas,” ujar dr. Yudit.

Ia menambahkan, seluruh proses akan dilakukan sesuai standar operasional prosedur Disaster Victim Identification (DVI) guna memastikan identitas korban dapat dipastikan secara akurat.

“Identifikasi korban membutuhkan ketelitian dan waktu. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, sekaligus memastikan hak-hak korban dan keluarga tetap terjaga,” tambahnya.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi di sekitar Gunung Bulusaraung, dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan medan yang cukup ekstrem.

Biddokkes Polda Sulsel terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mendukung proses penanganan pascakejadian tersebut.  (**)