DAVOS, UJUNFJARI.COM — Presiden Prabowo Subianto memamerkan capaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss.
Dalam pidatonya, Prabowo mengklaim program unggulan pemerintah tersebut telah menciptakan lebih dari 600 ribu lapangan kerja di Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prabowo menjelaskan, ratusan ribu lapangan kerja itu berasal dari operasional dapur-dapur MBG yang tersebar di berbagai daerah.
Program ini melibatkan sekitar 61 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi dalam rantai pasok penyediaan makanan bergizi.
“Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyentuh aspek kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dengan membuka lapangan pekerjaan dalam skala besar,” ujar Prabowo dalam forum tersebut.
Ia optimistis jumlah tenaga kerja yang terserap akan terus meningkat seiring dengan perluasan cakupan program MBG.
Pada tahap puncaknya, Prabowo menargetkan program ini mampu menciptakan hingga 1,5 juta pekerjaan langsung dari sektor vendor dan pemasok.
Selain itu, lebih dari satu juta mata pencaharian lainnya diperkirakan akan terdampak secara tidak langsung dan mengalami peningkatan kesejahteraan akibat bergulirnya program MBG.
Dalam paparannya, Prabowo juga menyebutkan target ambisius penyediaan makanan melalui MBG, yakni mencapai 82,9 juta porsi per hari.
Ia membandingkan target tersebut dengan perusahaan makanan cepat saji global McDonald’s yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapai produksi sekitar 68 juta porsi per hari.
“Kami optimistis target 82,9 juta porsi per hari dapat tercapai sebelum akhir Desember 2026,” tegasnya.
Program MBG dirancang untuk menyasar seluruh anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta lansia di Indonesia. Khusus bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia yang tinggal sendiri, pemerintah mengklaim makanan bergizi gratis akan diantar langsung ke rumah setiap hari.
Prabowo menegaskan, MBG merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi nasional. (**)

