GOWA, UJUNGJARI.COM — Kementerian Pariwisata Republik Indonesia akan kembali menggelar kalender tahunan destinasi wisata unggulan daerah nusantara melalui KEN (Kharisma Event Nusantara) tahun 2026. Hal ini disampaikan Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana yang direpost oleh Bupati Gowa Husniah Talenrang melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (28/1) lalu.
Dalam postingan tersebut, Menpar RI Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan Kemenpar RI akan membuka kembali KEN tahun 2026 ini setelah tahun lalu sukses melaksanakan event tersebut dan digelar oleh ratusan kabupaten kota di seluruh tanah air sesuai kondisi kultur daerah masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu event wisata yang kembali lolos masuk ke KEN tahun 2026 ini adalah event Beautiful Malino (BM) Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kabar ini membuat Bupati Gowa Husniah Talenrang merasa mendapatkan angin segar. Tentunya melalui KEN 2026 ini, gagasan dan idenya mengembangkan destinasi wisata Gowa akan terlihat lebih jelas. Ini adalah debut kedua bagi Husniah melaksanakan Beautiful Malino di tahun kedua memimpin Kabupaten Gowa bersama Darmawangsyah Muin sebagai wakil bupati.
Setahun lalu, yakni pada awal kepemimpinannya tahun 2025, Husniah berhasil menggelar Beautiful Malino pada pertengahan Juli 2025. Namun saat itu, Gowa sempat tidak masuk dalam KEN 2025 karena berdasarkan penilaian Kemenpar, ada regulasi yang kurang tepat yang tidak kuat dari segi event budaya lokal. Akibatnya Gowa tak masuk KEN pada 2025 kemarin. Meski pada 2024, tetap masih masuk KEN.
Namun kondisi itu tidak lantas membuat Husniah dan Darmawangsyah surut. Pelaksanaan Beautiful Malino tahun 2025 tetap dilaksanakan semeriah mungkin dengan konsep Colours of Culture (warna budaya). Bahkan dihelat penuh inovasi.
Awalnya BM digelar dengan durasi waktu tiga hari di akhir pekan atau mengambil momen weekend pertengahan Juli 2025 oleh pemerintahan sebelumnya. Namun ditangan Husniah, event ini dijadikan lima hari pada musim weekend tetap pertengahan Juli.
Pada perhelatan BM 2025 lalu, ada banyak event yang digelar selama lima hari di kota Malino, Kecamatan Tinggimoncong. Dari event ini, kurang lebih Rp11,3 miliar uang masuk di Gowa dengan menyedot pengunjung puluhan ribu orang kurun lima hari. Pengunjung sedikit lebih kurang dari estimasi 100 ribu orang. Hal ini disebabkan kondisi hujan.

Pada BM VI atau 2025 lalu, ada tiga highlight yang dipersembahkan yakni Culture Area (mencakup art and culture, highland market dan Malino magical forest), kemudian Camping Area (meliputi summer camp) dan Colour Area (tempat daily dan entertainment).
Juga menghadirkan berbagai kegiatan berbeda seperti permainan tradisional, bazaar UMKM, pameran budaya, workshop bambu, Malino magical forest, cooking challenge, Malino fashion week serta lomba menggambar hingga story telling. Kegiatan musik hutan, kuliner, run, trail adventure juga ada.
“Alhamdulillah tahun ini Beautiful Malino Gowa berhasil masuk KEN 2026,” ungkap Bupati Gowa melalui postingan IG nya tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa Ary Mahdi Aspari yang dikonfirmasi ujungjari.com, Jum’at (30/1) membenarkan bahwa BM Gowa lolos masuk KEN 2026. Hanya saja kata Ary, pihaknya baru sebatas membenarkan informasi Kemenpar tersebut, namun untuk pembahasan lebih detilnya belum bisa dilakukannya karena belum ada petunjuk lebih detil dari pimpinan.
“Iya benar event kita Beautiful Malino kembali masuk KEN tahun 2026 ini. Cuma belum ada juga teroritisnya ibu bupati sehingga saya belum berani bilang apa. Jadi ini baru sebatas pernyataan bahwa BM Gowa masuk KEN 2026,” kata Ary via call phone.
Namun menurut Ary, kemungkinan besar pada BM VII tahun 2026 ini akan priority mengusung kebudayaan sebagai jati diri Kabupaten Gowa.
“Yang jelas untuk BM ini nantinya akan dibahas lebih mendalam, tentunya setelah ada petunjuk dari ibu bupati. Dan kalau sudah ada detilnya, maka tentu BM tahun ini akan dilakukan spektakular sebagai hiburan tahunan bagi masyarakat Gowa dan tentu untuk wisatawan luar, ” ucap Kadis Parbud Gowa.
Sekadar diketahui, Kabupaten Gowa telah melaksanakan event budaya Beautiful Malino sejak tahun 2017 kemudian ke tahun 2018. Namun sempat terhenti selama tiga tahun mulai 2019, 2020, 2021 karena negara dilanda pandemi covid.
Kemudian event BM kembali digelar pada 2022, 2023, 2024 dan 2025 kemarin. Dari perjalanan masa ini, Gowa sudah menggelar event pertama hingga keenam. Dan jika BM 2026 ini digelar nanti berarti Gowa sudah melaksanakan BM ke VII (ketujuh).
Meski sempat tidak masuk KEN di tahun 2025,namun Pemkab Gowa komitmen terus menggelar BM dengan alasan tetap menyuguhkan momen wisata tahunan bagi masyarakat Gowa agar BM menjadi event tetap Gowa. Sasaran yang hendak dicapai Pemkab Gowa tidak lain adalah untuk menaikkan citra pariwisata Gowa dan menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat Gowa secara umum. –

