JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memperkuat sinergi dengan Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) dalam upaya menghadapi ancaman baru peredaran narkotika yang kini berevolusi dan disalahgunakan melalui rokok elektrik atau vape.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dengan jajaran pengurus WITT yang berlangsung di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (30/1).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan ini membahas kekhawatiran bersama atas maraknya penyalahgunaan rokok elektrik sebagai media peredaran narkotika jenis baru.
Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan peran aktif WITT dalam isu tembakau yang dinilai memiliki keterkaitan erat dengan upaya pencegahan narkoba.
Ia mengungkapkan bahwa pada awal tahun 2026, BNN berhasil mengungkap sebuah laboratorium terselubung yang memproduksi narkotika jenis baru untuk disusupkan ke dalam cairan rokok elektrik.
“Rokok sekarang sudah berevolusi. Isinya bukan lagi sembarangan, tetapi mulai disusupi narkotika golongan dua seperti etomidate yang sangat membahayakan generasi muda kita,” ujar Suyudi Ario Seto.
Ia juga menekankan pentingnya kampanye pencegahan yang berkelanjutan, khususnya melalui media sosial, untuk melawan masifnya peredaran narkotika.
Berdasarkan data BNN, prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,11 juta penduduk.
Sementara itu, perwakilan pengurus WITT, Venna Melinda, menyatakan komitmen organisasinya untuk fokus pada edukasi dan peningkatan literasi bagi perempuan dan anak muda.
Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks seiring masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang zat-zat berbahaya baru yang disamarkan dalam produk tembakau maupun produk sejenis lainnya.
“Kami melihat pentingnya peran perempuan dalam melindungi keluarga, terutama anak-anak dan remaja, dari bahaya zat adiktif yang kini semakin sulit dikenali,” ujarnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Umum WITT, Dra. Zulfianti Noor, M.Si., bersama jajaran pengurus lainnya, di antaranya Mirna Kurniati dan Nova Hasan.
Dari pihak BNN, Kepala BNN RI didampingi Deputi Pencegahan, Deputi Rehabilitasi, Pelaksana Tugas Deputi Pemberdayaan Masyarakat, serta Kepala Biro Humas dan Protokol.
Melalui pertemuan ini, BNN dan WITT sepakat memperkuat kolaborasi strategis, khususnya dalam memberikan edukasi dini di sekolah-sekolah.
Upaya tersebut diharapkan mampu membentengi generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa dari ancaman narkotika dan berbagai zat adiktif berbahaya lainnya. (**)

