JAKARTA, UJUNGJARI.COM – Prabowo Subianto menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pada tahun pertama pemerintahannya, negara berhasil melakukan penghematan anggaran lebih dari Rp300 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dana hasil efisiensi itu dialihkan untuk mendukung berbagai program produktif, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Presiden, langkah penghematan ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola keuangan negara sekaligus memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.
Ia menegaskan, tanpa efisiensi yang ketat, anggaran berpotensi disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Penghematan ini kita lakukan agar anggaran negara benar-benar kembali kepada rakyat, bukan bocor atau disalahgunakan,” tegasnya.
Prabowo juga menekankan bahwa penguatan ekonomi nasional harus dimulai dari dalam negeri. Ia mendorong pembangunan kemandirian dan peningkatan daya saing agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa ketergantungan pada kekuatan eksternal.
Di sektor kelautan, Presiden menyampaikan komitmennya untuk membangun desa-desa nelayan secara terintegrasi di seluruh Indonesia.
Pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan pada tahun 2026 sebagai bagian dari target besar 5.000 desa nelayan hingga 2029.
“Selama Republik Indonesia berdiri, belum pernah disentuh oleh pemerintah Republik Indonesia, nelayan-nelayan kita belum pernah dapat perhatian. Mereka kadang-kadang tidak bisa punya es, tidak ada pabrik es di desa mereka, mereka sulit dapat solar, mereka sulit untuk dapat akses ke pasar. Ini kita ubah,” ujar Presiden.
Selain itu, Presiden juga menyoroti percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih yang akan menjadi penggerak ekonomi desa. Dalam waktu dekat, ratusan koperasi ditargetkan mulai beroperasi, dengan total hampir 30.000 koperasi dan gudang yang kini dalam tahap pembentukan.
Setiap koperasi nantinya akan dilengkapi fasilitas gudang, cold storage, gerai kebutuhan pokok, klinik desa, farmasi desa murah, serta layanan pembiayaan mikro berbunga ringan.
Program ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir.
Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya membangun ekonomi nasional yang kuat, mandiri, dan berpihak pada rakyat kecil. (**)

