MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Performa lini serang PSM Makassar tengah menjadi sorotan tajam. Dalam lima pertandingan terakhir, Pasukan Ramang hanya mampu mencetak tiga gol, angka yang mencerminkan menurunnya produktivitas di sektor depan.
Minimnya torehan gol tersebut berbanding lurus dengan hasil yang kurang maksimal dalam beberapa pekan terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski pada sejumlah laga PSM mampu mendominasi penguasaan bola, dominasi itu kerap tidak diiringi dengan ancaman berarti ke gawang lawan.
Serangan yang dibangun rapi dari lini tengah sering kali terhenti sebelum benar-benar membahayakan di kotak penalti.
Masalah utama terletak pada konversi peluang. Jumlah tembakan tepat sasaran (shot on target) terbilang minim, sehingga peluang yang tercipta gagal berbuah gol.
Kreativitas di sepertiga akhir lapangan pun terlihat menurun, membuat lini depan kehilangan daya gedor yang selama ini menjadi kekuatan tim berjuluk Juku Eja tersebut.
Puncak krisis kreativitas terlihat pada pekan ke-19 BRI Super League saat PSM menjamu Semen Padang FC pada 2 Februari 2026. Laga yang berakhir imbang tanpa gol itu memperlihatkan kebuntuan total.
Sepanjang 90 menit pertandingan, PSM bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Aliran bola lebih banyak berputar di area tengah lapangan tanpa penyelesaian akhir yang konkret.
Kondisi ini menjadi alarm serius bagi tim pelatih untuk segera menemukan solusi, terutama dalam memaksimalkan peluang dan meningkatkan ketajaman lini depan.
Kondisi ini pun memicu reaksi dari suporter setia PSM. Sejumlah pendukung mengaku kecewa dengan tumpulnya lini depan, namun tetap memberikan dukungan penuh kepada tim.
“Penguasaan bola bagus, tapi kalau tidak ada shot on target sama saja. Kami rindu PSM yang bermain lebih berani dan langsung ke gawang,” ujar Andi, salah satu suporter PSM.
Suporter lainnya, Fajar, menilai tim perlu melakukan evaluasi serius di lini serang. “Finishing harus diperbaiki. Peluang ada, tapi penyelesaian kurang tenang. Kami tetap dukung, tapi pemain juga harus lebih tajam dan percaya diri,” katanya.
Meski kritik bermunculan, dukungan moral tetap mengalir untuk Pasukan Ramang. Para suporter berharap tim segera bangkit dan kembali menemukan ketajaman di sisa kompetisi musim ini agar mampu bersaing di papan atas klasemen. (**)

