MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – PSM Makassar harus melakukan hitung-hitungan cermat untuk memastikan tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League, musim depan.
Dengan 12 pertandingan tersisa, setiap poin menjadi sangat berarti bagi Pasukan Ramang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
PSM ditargetkan minimal mengoleksi 38 hingga 40 poin untuk benar-benar aman dari ancaman degradasi. Artinya, tim berjuluk Juku Eja itu masih membutuhkan tambahan sekitar 15 hingga 17 poin lagi hingga akhir musim.
Pengamat sepak bola, Syamsuddin Umar, menegaskan bahwa situasi saat ini menuntut PSM tampil lebih disiplin dan realistis dalam setiap pertandingan.
“Kalau tidak bisa menang, minimal jangan kalah. Kalau tidak bisa dapat tiga poin, ambil satu poin. Dan kalau pun kalah, jangan sampai kalah banyak,” ujar Syamsuddin.
Menurutnya, di fase akhir kompetisi seperti sekarang, bukan hanya jumlah poin yang menentukan, tetapi juga selisih gol dan rekor head to head.
Karena itu, kekalahan dengan margin besar harus dihindari karena bisa merugikan di klasemen akhir.
Syamsuddin juga mengingatkan bahwa dalam beberapa musim terakhir, tim yang terdegradasi hanya mengumpulkan sekitar 35 hingga 36 poin. Artinya, batas aman biasanya berada sedikit di atas angka tersebut.
“PSM harus menargetkan minimal 38 poin supaya lebih tenang. Jangan tunggu sampai pekan terakhir baru berhitung,” tegasnya.
Dengan persaingan papan bawah yang semakin ketat, konsistensi, efektivitas memanfaatkan peluang, serta mental bertanding akan menjadi kunci bagi PSM untuk mengamankan statusnya di Super League musim depan. (**)

