JEDDAH, UJUNGJARI.COM – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI Jeddah terus melakukan pengawalan ketat terhadap proses kepulangan jemaah umrah Indonesia di tengah dinamika situasi di kawasan Timur Tengah.
Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menyampaikan bahwa proses pemulangan jemaah tetap berjalan dalam dua hari terakhir melalui Bandara King Abdulaziz dan Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan laporan, sebanyak 2.190 jemaah umrah telah kembali ke Tanah Air menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Rinciannya, 985 jemaah dipulangkan pada 17 Maret 2026 dan 1.205 jemaah pada 18 Maret 2026.
Namun demikian, sejumlah jemaah dilaporkan terdampak pembatalan penerbangan oleh beberapa maskapai.
Kondisi ini menyebabkan ketidakpastian jadwal kepulangan, sekaligus meningkatkan beban biaya akomodasi dan konsumsi yang harus ditanggung secara mandiri oleh jemaah.
Menanggapi hal tersebut, Ilham menegaskan kehadiran negara untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan hak dan perlindungan hingga kembali ke Indonesia dengan aman dan lancar.
“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi para jemaah dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengupayakan solusi terbaik bagi percepatan kepulangan mereka di tengah situasi yang dinamis ini,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah jemaah umrah Indonesia yang telah kembali ke Tanah Air dalam periode 28 Februari hingga 18 Maret 2026 tercatat mencapai 30.360 orang.
Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau seluruh jemaah untuk tetap tenang serta terus menjalin komunikasi dengan petugas di lapangan.
Selain itu, pemerintah juga mengingatkan Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU) agar tetap bertanggung jawab penuh terhadap akomodasi dan tiket kepulangan jemaah sesuai kontrak yang telah disepakati. (**)

