MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Program beasiswa yang digagas Yayasan Patria Artha (YPA) untuk putra-putri Kalimantan Utara sudah berjalan beberapa tahun dan sudah menelurkan sejumlah sarjana.
Melalui beasiswa itu, Yayasan Patria Artha ikut ambil bagian dalam mencerdaskan putera-puteri Kaltara tanpa membebani APBD sepeser pun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak program ini mulai berjalan pada Tahun Ajaran 2022/2023 melalui kerja sama dengan pemerintah provinsi, program ini telah menjangkau 721 mahasiswa dari empat kabupaten dan satu kota.
Hingga Tahun Ajaran 2025/2026, program tersebut telah berjalan selama empat angkatan dengan total nilai beasiswa mencapai Rp34,2 miliar, atau sekitar Rp8,5 miliar per tahun.
Menurut Wakil Pembantu Rektor III bidang kerja sama dan kemahasiswaan Asnefi Kamza, seluruh pembiayaan program ini murni berasal dari Yayasan Patria Artha milik Bastian Lubis.
“Ini adalah bentuk komitmen untuk mencerdaskan generasi muda, khususnya di wilayah 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar—yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan,” ujarnya, Minggu (29/3).
Program beasiswa ini sendiri bukan hal baru. YPA telah memulainya sejak 2011 untuk wilayah Sulawesi, sebelum akhirnya diperluas ke Kalimantan Utara.
Perluasan ini disebut-sebut sejalan dengan nota kesepahaman bersama pemerintah provinsi.
Menariknya, hasil dari program ini mulai terlihat. Pada pertengahan 2027 mendatang, sekitar 215 mahasiswa dari angkatan pertama Kaltara diperkirakan akan lulus sarjana. Mereka berasal dari berbagai bidang, mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga teknik dan informatika, termasuk program Diploma III Kebidanan.
Tak hanya ijazah, para lulusan juga akan dibekali sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai nilai tambah dalam menghadapi dunia kerja.
Pihak Universitas Patria Artha menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi pencari kerja, tetapi juga didorong menjadi pencipta lapangan pekerjaan.
Yang jelas, bagi ratusan anak muda di Kalimantan Utara, program ini bukan sekadar wacana, melainkan harapan nyata menuju masa depan yang lebih cerah. (rhm)

