MAROS, UJUNGJARI.COM – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tengah melakukan penanganan sementara terhadap ruas Jalan Poros Pamanjengan di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, yang mengalami kerusakan parah.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang menjadi salah satu titik kemacetan harian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ruas tersebut diketahui merupakan jalur strategis yang menghubungkan Makassar dengan kawasan Moncongloe di Kabupaten Maros.

“Untuk sementara kita lakukan penanganan darurat agar akses masyarakat tetap bisa dilalui. Ini penting karena lalu lintas harian di ruas tersebut cukup tinggi,” ujar Andi Sudirman dalam keterangannya, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Andi Ihsan, menjelaskan bahwa ruas jalan di wilayah Maros, khususnya Batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah, masuk dalam program Preservasi Jalan Multi Years Contract (MYC) Paket 6 tahun 2025–2027.

Hal tersebut disampaikan Andi Ihsan saat meninjau langsung lokasi di Moncongloe, Sabtu (28/3/2025), bersama jajaran pejabat terkait di lingkup Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel.

“Solusi saat ini, kita akan melakukan pembenahan ruas Jalan Moncongloe sembari menunggu dalam waktu dekat proses pelaksanaan Preservasi Jalan Multi Years Contract (MYC) Paket 6 di Sulawesi Selatan (2025–2027),” ungkapnya.

Diketahui, program Preservasi Jalan MYC Paket 6 berfokus pada perbaikan 20 ruas jalan strategis dengan total panjang mencapai 157,49 kilometer yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Ruas di Maros, termasuk jalur Batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah, menjadi salah satu prioritas dalam program tersebut.

Nantinya, penanganan jalan akan meliputi rekonstruksi, pemeliharaan berkala, serta pemeliharaan rutin guna menjaga kemantapan jalan di daerah.

Program preservasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulsel dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara merata, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.  (rhm)