MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — PSM Makassar bersiap memasuki fase paling menentukan dalam perjalanan mereka di kompetisi Super League 2025/2026.

Memasuki bulan April 2026, tim berjuluk Juku Eja akan menjalani lima pertandingan krusial yang berpotensi menentukan nasib mereka di akhir musim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, PSM masih tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 24 poin dari 25 pertandingan. Posisi tersebut membuat mereka belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.

Persaingan di papan bawah klasemen pun berlangsung ketat. PSM harus bersaing langsung dengan Persis Solo, Semen Padang, dan Madura United yang sama-sama berada di zona rawan turun kasta.

Lima laga sepanjang April menjadi momentum emas bagi Pasukan Ramang untuk menjauh dari zona berbahaya. Setiap poin akan sangat berarti dalam upaya mengamankan posisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Tekanan besar tentu akan dihadapi para pemain, namun di sisi lain ini juga menjadi kesempatan untuk membuktikan karakter dan mental bertanding.

Konsistensi permainan serta ketajaman di lini depan akan menjadi kunci jika PSM ingin bertahan di Super League musim depan.

Pengamat sepak bola, Syamsuddin Umar, menilai PSM masih memiliki peluang besar untuk keluar dari tekanan, asalkan mampu memaksimalkan lima laga di bulan April.

“Situasi ini memang tidak mudah, tapi PSM punya pengalaman dan mental bertanding yang cukup. Kuncinya ada di konsistensi dan bagaimana mereka bisa memanfaatkan laga kandang,” ujar Syamsuddin.

Ia juga menekankan pentingnya fokus di setiap pertandingan, mengingat selisih poin antar tim di papan bawah sangat tipis.

“Tidak boleh ada laga yang dianggap ringan. Semua pertandingan seperti final. Kalau mereka bisa ambil minimal tiga kemenangan, peluang bertahan akan sangat terbuka,” tambahnya.

Dengan jadwal yang padat dan lawan-lawan yang tidak mudah, April bisa menjadi bulan penentu: apakah PSM mampu bangkit dan bertahan, atau justru semakin terjerumus ke zona degradasi.  (drw)