GOWA, UJUNGJARI.COM — Upaya Pemkab Gowa dibawah kepemimpinan Bupati Gowa Husniah Talenrang dan Darmawangsyah Muin sebagai Wabup Gowa terus mengembangkan program Investasi Sumber Daya Manusia melalui sektor pendidikan.

Komitmen itu diperlihatkan Bupati Husniah pada Rabu (15/4) dengan memberangkatkan lagi tiga pelajar Gowa untuk menjalani perkuliahan program beasiswa di Universitas Sampoerna di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program investasi ini sudah dilakukan Pemkab Gowa sejak tahun 2018 lalu dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi baik dalma maupun luar Sulawesi salah satunya adalah dengan Yayasan Putera Sampoerna Foundation. Dan kini terus dilanjutkan oleh pemerintahan Bupati Gowa Husniah Talenrang.

Kebijakan beasiswa ini merupakan intervensi langsung pemerintah kabupaten untuk menjamin akses pendidikan tinggi berkualitas bagi siswa berprestasi.

Husniah menegaskan, peningkatan SDM adalah prioritas strategis pemerintah. Dan pemberian beasiswa adalah bentuk keseriusan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kami sadar bahwa masa depan Kabupaten Gowa ada di tangan generasi muda yang cerdas, disiplin dan berpendidikan. Karena itu, pemerintah kabupaten melalui alokasi anggaran daerah dan skema kolaborasi, Pemkab Gowa menutup celah agar tidak ada aset SDM potensial yang terbuang sia-sia. Kita tidak mau ada putra dan putri daerah yang cerdas dan memiliki potensi akademik yang tinggi namun harus putus kuliah karena keterbatasan biaya,” tandas Husniah.

Tiga siswa Gowa yang lolos ke Yayasan Putera Sampoerna Foundation berdasarkan standar kualifikasi Yayasan Putera Sampoerna 2026 adalah Nurfaadhilah Izzatun Kaishar dari SMAN 1 Gowa, Nurul Resky Aulia dari SMAN 14 Gowa dan Muhammad Fahri Yasin dari SMA Al-Fityan School Gowa.

Kepada ketiga siswa berprestasi ini, Husniah meminta manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan belajar ini.

“Sebagai orang yang terpilih tentunya beasiswa ini adalah amanah. Gunakan beasiswa ini dengan sebaik-baiknya untuk menunjang kebutuhan akademik. Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jadilah agen perubahan, berprestasi, dan jadikan ilmu kalian sebagai bekal untuk membangun daerah,” harap Bupati Gowa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa Taufiq Mursad menjelaskan, program ini menggunakan skema pembiayaan kolaboratif dengan proses seleksi yang sangat ketat dan objektif.

“Untuk rencana penerimaan kerja sama Pemkab Gowa dengan Sampoerna Foundation itu adalah lima orang. Dua yang kita biayai dari Pemkab dan tiga orang dibiayai oleh Sampoerna Foundation. Adapun seleksinya itu dilaksanakan sepenuhnya oleh Sampoerna Foundation,” kata Taufiq.

Dikatakannya, tingkat kompetisi program ini cukup tinggi, memastikan hanya kandidat yang memenuhi standar akademik yang mampu lolos. Pada pendaftaran kemarin kurang lebih 40 orang ikut diseleksi dan yang berhasil lolos hanya tiga orang terbaik.

Salah satu siswa lolos yakni Nurfaadhilah Izzatun Kaishar menyuarakan komitmennya untuk mengembalikan nilai investasi daerah yang diperolehnya itu dalam bentuk pengabdian untuk daerah kelak.

“Saya sangat bangga dan sangat senang karena dapat mengharumkan nama keluarga dan sekolah. Saya juga dapat membawa nama Gowa dengan harapan saya bisa belajar dengan baik di sana, dan kembali untuk membangun Gowa,” kata Nurfaadhilah. Nurfaadhilah hadir pamitan kepada Bupati Gowa didampingi orangtuanya bersama dua rekannya yang lain, juga didampingi orang tua masing-masing.

Taufiq memproyeksikan investasi pendidikan ini akan menghasilkan lulusan yang secara akademis dan teknis siap berkontribusi pada program-program strategis di Gowa. –