MAKASSAR,UJUNGJARI.COM–Guru besar UNM Makassar, Prof Dr Heri Tahir meminta selueuh calon rektor dan senat universitas untuk berkomitmen menjaga integritas akademik menjelang pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar periode 2026-2030.

Integritas akademik dalam pemilihan rektor adalah penerapan nilai-nilai kejujuran, transparansi, etika, dan keadilan oleh seluruh pihak yang terlibat. Tidak saja calon rektor dan senat universitas, panitia pemilihan, maupun sivitas akademika lainnya harus menjaga integritas akademik selama tahapan suksesi berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua pihak harus berkomitmen untuk menjaga integritas akademik,” kata Prof Heri kepada ujungjari.com di Makassar, Sabtu (5/9/2026).

Di samping menjaga integritas akademik, mantan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UNM ini juga berpesan agar tidak memperbesar polarisasi baik sebelum maupun pasca pemilihan rektor. Ia mengatakan polarisasi yang kental cenderung merusak semangat kebersamaan.

“Yang paling penting juga adalah hindari gratifikasi selama pemilihan rektor. Semua harus tetap menjaga nama baik UNM,” katanya lagi.

Sebelumnya panitia pemilihan Rektor UNM sudah mengumumkan tahapan dan jadwal suksesi. Pendaftaran bakal calon akan berlangsung mulai 21 September hingga 9 Oktober mendatang. Pemilihan tahap pertama akan berlangsung 4 November 2026. Saat ini panitia pemilihan sedang melakukan sosialisasi di sejumlah unit kampus UNM Makassar.

Sejumlah figur disebut-sebut akan maju di suksesi kali ini. Mereka antara lain Prof Dr Andi Aslida (Wakil Rektor bidang Akademik), Prof Dr Hasmyati (guru besar Fakultas Olahraga), Prof Dr Suwardi Anas (Dekan FMIPA), Prof Dr Eko Hadi Sujiono (guru besar FMIPA), dan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan UNM, Dr Arifin Manggau.