MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Sosok Supriansa kembali membagikan pandangannya tentang arti penting persahabatan. Menurutnya, hubungan pertemanan adalah sesuatu yang sangat berharga dan perlu dirawat dengan penuh keikhlasan.
Hal tersebut disampaikan Supriansa saat berbincang santai di sela menghadiri resepsi pernikahan keluarga Bupati Soppeng di Hotel Claro Makassar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam suasana penuh keakraban, ia menegaskan bahwa menjaga persahabatan tidaklah mudah, meski terlihat sederhana.
“Merawat persahabatan itu membutuhkan keikhlasan. Kelihatannya sederhana, tapi tidak mudah dilakukan jika tidak dilandasi ketulusan hati,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dirinya bersama sejumlah kolega bahkan rela datang dari Jakarta demi menghadiri acara tersebut, sekaligus melepas rindu dengan sahabat-sahabat lama di Makassar dan kampung halaman mereka di Soppeng.
Menurut mantan anggota DPR RI itu, membangun persahabatan memang relatif mudah, namun menjaga dan merawatnya jauh lebih sulit. Dibutuhkan kesabaran, ketulusan, serta komitmen untuk terus menjaga hubungan tersebut agar tetap harmonis.
“Lebih mudah menciptakan persahabatan daripada merawatnya. Karena itu harus didasari hati yang tulus dan kesabaran yang tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, seorang warga Soppeng, Bahar, yang turut hadir dalam perbincangan santai tersebut, menilai Supriansa sebagai sosok yang rendah hati dan konsisten dalam menjaga hubungan pertemanan.
“Beliau tidak pernah berubah, baik sebelum maupun setelah memiliki jabatan. Selalu dikelilingi sahabat dan peduli dengan teman-temannya,” ungkap Bahar.
Kedekatan Supriansa tidak hanya terjalin di kalangan sahabat, tetapi juga dengan wartawan dan masyarakat luas. Dikenal sebagai politisi berlatar belakang aktivis 1998, ia memiliki komunikasi yang terbuka dengan berbagai kalangan, sehingga kehadirannya selalu dirindukan.
Dalam kesempatan itu, sejumlah tokoh turut hadir dan menyapa Supriansa, di antaranya Amir Uskara, Lutfi Halide, pengusaha H. Bakri, Ketua FKPPI Ir. Muchtar Baso, Direktur Nurani Strategi Nurmal Idrus, serta politisi PDIP Husain Djunaid.
Kehadiran berbagai tokoh dari latar belakang berbeda tersebut mencerminkan kuatnya jejaring komunikasi yang dibangun Supriansa, baik di kalangan politik, insan pers, maupun masyarakat umum.
Hingga perbincangan berakhir, suasana hangat dan penuh keakraban tetap terasa. Diskusi ringan yang mengalir tanpa sekat menjadi gambaran nyata bagaimana Supriansa merawat persahabatan dengan keikhlasan, keterbukaan, dan kebersamaan. (Daus)

