JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Panggung nasional kembali akan diselimuti aura magis dari Timur Indonesia.

Rioriobon Carnival resmi memperkenalkan karya spektakuler bertajuk The Queen of Kalong from South Sulawesi, sebuah kostum tradisional penuh makna yang siap mencuri perhatian di ajang Puteri Indonesia 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kostum megah ini merupakan hasil kolaborasi dua desainer berbakat asal Luwu, Ario Burnama dan Al Dursan.

Karya tersebut akan dikenakan oleh Puteri Indonesia perwakilan Sulawesi Selatan 1, Nanda Aprianty Arief, dalam sesi Traditional Costume Show pada malam Preliminary yang digelar di Ballroom Kuningan City, Jakarta, Selasa (21/4/ 2026).

Mengangkat legenda lokal yang sarat nilai spiritual, The Queen of Kalong terinspirasi dari sosok mistis Sang Ratu Kalong, penjaga tak kasat mata yang diyakini bersemayam di jantung Kota Soppeng.

Kisah sakral tentang perjanjian antara Sang Ratu Kalong dan Raja Soppeng dihidupkan kembali melalui detail kostum yang dramatis—menggambarkan harmoni antara manusia dan alam yang telah terjalin sejak masa lampau.

Dominasi warna ungu, hitam, dan emas bukan sekadar pilihan estetika. Ungu mencerminkan kebijaksanaan dan spiritualitas tinggi, hitam melambangkan kekuatan serta perlindungan magis, sementara emas menjadi simbol kejayaan dan harapan masyarakat Soppeng.

Yang lebih mengejutkan, mahakarya ini diselesaikan hanya dalam waktu dua minggu. Meski singkat, hasilnya begitu memukau—dengan siluet sayap yang megah, sulaman emas yang rumit, hingga mahkota unik menyerupai koloni kalong yang beterbangan di langit malam.

“Kami ingin mengubah cara pandang orang terhadap kalong bukan sekadar hewan malam, tapi simbol penjaga yang memiliki ikatan spiritual dengan masyarakat,” ungkap Ario Burnama.

Al Dursan pun menegaskan bahwa setiap elemen dalam kostum ini membawa pesan tentang solidaritas, ketahanan, dan harapan.

Kini, harapan besar tertuju pada Nanda Aprianty Arief yang akan membawa kisah ini ke panggung nasional.

Kehadirannya tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga momen penting untuk memperkenalkan kekayaan mitos dan identitas budaya Soppeng kepada seluruh Indonesia.

Dengan aura misterius dan keindahan yang memikat, The Queen of Kalong bukan sekadar kostum—ia adalah cerita, warisan, dan kebanggaan yang siap menggema dari gelapnya malam ke gemerlapnya panggung nasional. (rhm)